Indonesia Borong 3 Penghargaan Pariwisata dari PBB, Salah Satunya Banyuwangi

Jakarta, (Antarariau.com) - Indonesia memborong tiga penghargaan tingkat dunia dalam forum UN-WTO (United Nation World Tourism Organization) atau Badan PBB yang mengurus pariwisata.
        
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, mengatakan Indonesia sebelumnya mengusulkan secara resmi tiga andalan Indonesia untuk ikut dijuri oleh lembaga PBB itu.
        
"Dua bulan silam, sekitar Oktober 2015, kami mempresentasikan satu per satu secara detail, tiga unggulan tersebut," katanya.
        
Pada 20 Januari 2016, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Komunikasi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Noviendi Makalam kembali mempresentasikan secara live streaming di hadapan tim.
        
Jurinya sendiri tidak langsung meninjau di lokasi, tetapi memantau perdebatan melalui video streaming yang sangat fair dan profesional.
        
Hasilnya yakni Kabupaten Banyuwangi tampil sebagai pemenang UN-WTO Awards in Innovation in Public Policy and Governance dengan tema Re-inventing the Local Government in Tourism, Culture and Tourism Banyuwangi Regency Office, Indonesia.
        
"Banyuwangi mengalahkan Responsible Tourism and Free of Crime, Alcaldia Medellin, Columbia, dan East Africa Tourism Platform, Kenya," katanya.
        
Penghargaan kedua diterima Indonesia melalui kategori UNWTO Awards for Innovation in Enterprises.
        
Garuda Indonesia dan Coca Cola Amatil Indonesia menjadi runner up pertama dengan tema "Bali Clean Up" dan Runner up keduanya First Professional Experience Project Melia Hotels International, Spanyol.
        
"Juara satu di kategori ini adalah Treetop Wlaking Path, Anyksciai Techional Park Direction, Lithuania," katanya.
        
Penghargaan ketiga diterima Indonesia adalah Yayasan Karang Lestari, Coral Reef Reborn in Pemuteran Bali.
        
Lokasi ini masuk the first runner up dari kategori UNWTO Award for Innovation in Non-Governmental Organizations.
        
Runner up kedua, Children in the Wilderness, Afrika Selatan. Adapun pemenang pertamanya, Sisterhood of Survivor Program, Sasane, Nepal.
        
Awarding itu sendiri dihadiri oleh sekitar 500 undangan dari seluruh dunia.
        
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Malaysia, Datuk Moh. Nasri dan rombongan juga hadir dan antusias di Madrid.
        
Puluhan menteri pariwisata dari berbagai negara juga menyimak satu demi satu para pemenangnya.
        
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Tetap RI untuk UNWTO, Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Yuli Mumpuni Widarso, Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas, Bupati Buleleng Bali, Putu Agus, Asdep Eropa, Amerika, Asdep Pengembangan Pasar Eropa,Timteng, Amerika dan Afrika, Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Mancanegara Kemenpar Noviendi Makalam, dan beberapa staf Kemenpar.
        
Menpar Arief Yahya yang sedang menghadiri ASEAN Tourism Fair (ATM) 2016 di Manila, Filipina pun berkali kali menerima ucapan selamat atas penghargaan yang prestisius itu.
        
Menurut dia, makna global award itu bagi pariwisata Indonesia Indonesia sangat penting.
        
International Award, lanjut Marketeer of The Year 2013 itu, akan menaikkan level image Wonderful Indonesia.
        
Apalagi dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel, dengan standar international dan reputasi panjang.
        
Menteri semakin yakin dengan posisi Indonesia karena potensi alam dan budaya yang lebih banyak dengan atraksi destinasi yang semakin berbobot.
        
"Tinggal manajemen destinasi, infrastruktur, ICT, sustainable development, kebersihan dan kesehatan, keamanan dan keselamatan, connectivity, dan beberapa point yang harus dikebut," katanya.