Ketagihan Koleksi Wastra Nusantara, Wanita ini Buka Brand fashion PRibuMI

Depok, Antarariau.com - Bumi nusantara dengan segala keindahan serta eksotisnya menyimpan maha karya luar biasa berupa wastra. Dari ujung barat hingga timur tak sulit ditemui beragam kain-kain tradisional sarat makna warisan leluhur.

Keindahan inilah yang membuat Ella V. Brizadly jatuh cinta dengan wastra nusantara. Bahkan, di lemari pribadinya tersimpan beragam kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari batik, tenun, ikat, songket, hingga ulos.

“Pertama kali senang kumpulin kain batik karena awalnya suka koleksi barang antik terus begitu teman-teman senior di komunitas itu lebih dulu ngumpulin batik antik, saya di informasikan bahwa mengumpulkan kain batik bagus untuk investasi,” ucap Ella kepada GoHitz.

Pemilik brand fashion PRibuMI ini mengaku sduah mulai mengoleksi kain-kain tradisional sebelum membuka bisnis PRibuMI. Dirinya sangat takjub dengan keindahan serta proses pembuatan kain-kain tradisional tersebut.

“Menurut saya, bagus banget dengan keterbatasan teknologi dan SDM zaman dulu, mereka bisa bikin kain secantik itu sampai sembilan bulan prosesnya,” ungkap ibu dua anak ini.

Bahkan, Ella mengakui bahwa dirinya ketagihan berburu kain-kain tradisional tersebut untuk sekadar dijadikan koleksi ataupun investasi. Kini, ia sudah menyimpan lebih dari 500 helai kain tersimpan rapi di lemarinya. Meski begitu, ia tak sedikit pun mengalami kesulitan dalam hal perawatan.

“Saya juga diberi tahu bahwa kain itu juga harus dirawat. Oleh karena itu, kain-kain saya untuk koleksi itu ada spa khusus dan diratus, serta ditaruh merica bulat supaya lebih awet. Karena kan sayang, niatnya untuk investasi malah rusak dimakan ngengat karena penyimpanan kurang baik,” jelas Ella.

Dia juga menegaskan bahwa sebagai masyarakat Indonesia seharusnya patut berbangga memiliki kekayaan serta keindahan budaya seperti yang ditunjukan pada wastra. "Bisa di bilang wastra Indonesia luar biasa, dari Sabang sampai Papua semuanya bagus dan masing-masing daerah punya ciri khas sendiri,” tutupnya.

loading...