Atasi Kenakalan Remaja Ngelem, KNPI dan P2TP2A Inhil Gelar Pertemuan

id atasi kenakalan, remaja ngelem, knpi dan, p2tp2a inhil, gelar pertemuan

Atasi Kenakalan Remaja Ngelem, KNPI dan P2TP2A Inhil Gelar Pertemuan

Tembilahan, (Antarariau.com) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau mengadakan pertemuan guna membahas maraknya kenakalan remaja di kabupaten setempat.

"Saat ini kenakalan remaja sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya yang berada di Kota Tembilahan," kata Ketua P2TP2A Zulaikhah Wardan di Tembilahan, Rabu.

Dia menyampaikan bahwa saat ini salah satu kenakalan remaja yang sangat meresahkan masyarakat adalah maraknya remaja yang menghisap lem atau yang lebih dikenal dengan istilah "Ngelem".

"Kedepan kita akan tingkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Kemudian usulan untuk melakukan penyuluhan ke sekolah akan bahaya menghisap lem dan pengobatan kepada penderita serta rehabilitasi dengan menyediakan rumah singgah akan disampaikan kepada bapak bupati," katanya.

Ketua KNPI Kabupaten Indragiri Hilir Hidayat Hamid mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi adanya pertemuan ini dan berharap kedepan ada solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

"Semoga fenomena yang tidak baik dikalangan remaja ini dapat diatasi dan diantisipasi," ujarnya.

Ngelem di sini merupakan menghirup uap lem, zat pelarut, atau zat sejenisnya dengan maksud untuk mendapatkan sensasi tinggi atau mabuk. Efek yang ditimbulkan dari menghirup uap lem tersebut hampir sama dengan jenis narkoba lain, dapat yaitu menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang, dan rasa tenang sesaat meski terkadang efeknya hanya bisa bertahan hingga 5 jam saja.

Selain itu, mereka yang "Ngelem" juga tidak akan merasakan lapar karena adanya penekanan sensor lapar disusunan saraf otak.

Ngelem atau Inhalen merupakan senyawa organik berupa gas dan pelarut yang mudah menguap. Inhalen mengandung bahan-bahan kimia yang bertindak sebagai depresan. Depresan memperlambat sistem saraf pusat, mempengaruhi koordinasi gerakan anggota tubuh, dan konsentrasi pikiran. Selain itu, inhalen juga bisa mengakibatkan kerusakan fisik dan mental yang tidak bisa disembuhkan.

Dampak dari kebiasaan ngelem dalam jangka pendek diantaranya adalah denyut jantung meningkat mual dan muntah, halusinasi, mati rasa atau hilang kesadaran, susah bicara atau cadel dan Kehilangan koordinasi gerak tubuh.

Sedangkan untuk jangka panjang ngelem dapat menyebabkan kerusakan otak, mulai dari cepat pikun, kesulitan mempelajari sesuatu, dan parkinson, otot melemah, depresi, sakit kepala dan mimisan.

(adv)