Curah Hujan Berkurang, Riau Mulai Masuki Musim Kemarau? Waspada Karlahut

id curah hujan, berkurang riau, mulai masuki, musim kemarau, waspada karlahut

Curah Hujan Berkurang, Riau Mulai Masuki Musim Kemarau? Waspada Karlahut

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, curah hujan mulai berkurang di Provinsi Riau karena memasuki awal musim kemarau.

"Kalau kita perhatikan, curah hujan mulai kurang sepekan terakhir di Riau. Data kami pekan ini seperti 27 Mei 2016, terjadi curah hujan dengan intensitas ringan di tiga daerah," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Minggu.

Ia menerangkan, tiga daerah tersebut yakni Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar dengan angka curah hujan 39,3 milimeter, lalu di wilayah Kota Pekanbaru 26,5 milimeter dan Kabupaten Pelalawan tercatat dengan angka hanya 18,5 milimeter.

Sementara untuk daerah lain terutama di wilayah pesisir Riau meliputi enam kabupaten/kota seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak dan Pelalawan dilanda cuaca cerah hingga berawan dalam sepekan terakhir.

Temperatur udara maksimal pada siang hari berkisar 33 sampai 35 derajat Celcius dan minimal di malam hari 23 hingga 25 derajat Celcius dengan kelembaban udara maksimal 92 hingga 97 persen serta minimal 50 sampai 55 persen.

"Potensi hujan masih ada, tetapi dengan intensitas ringan di bawah 50 milimeter per hari berpeluang terjadi di wilayah Riau bagian barat dan bagian pesisir timur pada sore atau malam hari," ucapnya.

Slamet mengimbau, instansi terkait terutama di daerah rawan terbakar mulai meningkatkan kewaspadaan karena dari 8,9 juta hektare lebih luas daratan di Riau, sekitar 4,36 juta hektare terdiri dari kawasan hutan dan lahan bergambut.

"Tujuannya agar kebakaran lahan dan hutan tahun ini bisa diminimalisir," katanya.

Pemerintah daerah di Provinsi Riau bersama jajaran TNI dan Polri setempat, kini telah membangun ribuan sekat/kanal guna mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan saat memasuki musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edwar Sanger menyatakan, sekat kanal tersebut dibangun untuk tetap menjaga kelembaban gambut agar tidak mudah terbakar.

"Selain itu, Badan Restorasi Gambut juga bertekad bangun sumur bor sebagai sumber air saat kemarau tiba. Kita saat ini telah siagakan dua unit helikopter jenis MI-8, guna tanggulangi kebakaran lahan dan hutan dengan cara pengeboman air di titik tertentu," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Riau belum mencabut status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan, sebagai upaya dalam mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran setelah ditetapkan pada 7 Maret 2016.