ANTARA Riau

logo
  • Home Kehadiran Sriwijaya Air Dinilai Ramaikan Persaingan Armada Umrah Pekanbaru

Kehadiran Sriwijaya Air Dinilai Ramaikan Persaingan Armada Umrah Pekanbaru

Pekanbaru (Antarariau.com) - Maskapai Sriwijaya Air dinilai berbagai kalangan makin meramaikan persaingan antar moda transportasi udara makin kompetitif bagi jamaah umrah di Pekanbaru.

"Tentunya rute Pekanbaru-Jeddah via Kolombo, sangat membantu bagi kami tour and travel di Pekanbaru yang menjual umrah," ucap Ketua Asita Riau, Dede Firmansyah di Pekanbaru, Senin.

Pekan lalu, Sriwijaya Air membidik pasar umrah dengan melayani rute Pekanbaru-Kolombo, Sri Lanka-Jeddah, pergi pulang dua kali sepekan mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG kapasitas 185 kursi sistim sewa.

Selama ini, kata Dede, rute internasional Pekanbaru-Jeddah, Arab Saudi, dilayani beberapa maskapai dengan melakukan penerbangan transit seperti lewat Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Untuk transit di Jakarta, maka jamaah calon umroh harus menggunakan maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia. Jika lewat Kuala Lumpur dengan AirAsia, dan Singapura menumpangi Silk Air dua kali sepekan.

"Kita dapat mempermudah perjalan mereka bagi jamaah umrah, terutama berangkat dari Pekanbaru," ungkapnya.

Ibnu Mas ud, Direktur Muhibbah Mulia Wisata sebagai satu-satu yang memiliki izin umrah dan haji di Riau mengaku, rute penerbangan dibuat oleh Sriwijaya Air dengan Saudi Arabian Airlines sangat bagus.

"Jarak tempuh, dan lamanya transit cuma sebentar. Lalu cap imigrasi dari Pekanbaru, dan kembali lagi, langsung ke ibu kota Provinsi Riau itu jamaah umrah semakin nyaman," katanya.

"Terutama, akan mengurangi kelelahan. Terpenting, menekan persoalan seperti bagasi jamaah yang rusak dan hilang," tegas Ibnu.

Brema P Limbeng, Pj District Manager Sriwijaya Air Pekanbaru mengatakan, pembukaan rute baru tersebut sebagai bentuk dalam merealisasikan kerjasama PT Grand Shavire Holidays (Saafer Group).

"Saafer Group telah menjalin kesepakan dengan 30 travel umrah di Riau dan ini sebagai bentuk nyatanya," katanya.

Muhammad Azmi, CEO Saveer Group mengatakan, ke Bandara Internasional Bandaranaike, Colombo ditempuh selama 3,5 jam melalui udara, sehingga lebih efisien dan menghemat waktu bagi jamaah umrah.

"Jamaah tidak perlu terlalu lama transit di Colombo, karena ada dua operator menanti. Jika rute transit lain seperti Kuala Lumpur dan Singapura, maka akan memakan waktu lama," katanya.


Komentar Anda

Top