PTPNV

ASITA Optimis Pariwisata Riau Mampu Gaet Wisatawan Timur Tengah

Pekanbaru (Antarariau.com) - Asosiasi agen perjalanan atau ASITA Riau menyambut baik target Kementerian Pariwisata untuk mendatangkan wisatawan Timur Tengah.

"Kementerian Pariwisata memiliki target untuk menarik 400 ribu wisatawan Timur Tengah di tahun 2017, dan Riau bisa menggaet wisatawan tersebut salah satunya dengan cara menggelar event berkuda Endurance Ride seperti Oktober 2016," kata Ketua ASITA Riau Dede Firmansyah di Pekanbaru, Rabu.

Ia juga menyebutkan bahwa warga Timur Tengah yang gemar berkuda bisa digaet dengan mengadakan event berkuda Endurance Ride. Rencananya Juni 2017 mendatang, ASITA Riau akan kembali menggelar event serupa.

Event berkuda Endurance Ride ini merupakan uji kemampuan atlet berkuda dalam melewati trek mulai dari 25 km hingga 160 km yang dipenuhi beragam rintangan

Pada tahun 2016 event Endurance Ride diikuti oleh 22 atlet berkuda dari dalam dan luar negeri yang diadakan di venue berkuda Wisata Dakwah Okura Pekanbaru.

Pada saat itu atlet berkuda berasal dari Malaysia, Jawa, Sumatra Barat, Riau dan daerah lainnya yang datang untuk memperebutkan Piala Walikota Pekanbaru.

"Saya berharap kegiatan ini mampu menunjang target kunjungan wisatawan ke Riau," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa selain dengan mengadakan event berkuda Endurance Ride, Pemerintah juga bisa membuat agenda kegiatan pariwisata di Riau sehingga memudahkan wisatawan untuk mengatur jadwal kunjungan.

Kedatangan wisatawan ke Riau juga harus didukung dengan adanya restoran dan rumah makan yang bersertifikasi, sehingga nantinya bagi wisatawan muslim dunia yang datang ke Riau ada jaminan makanan yang dikonsumsi tersebut halal.

ASITA juga menyayangkan masih adanya restoran atau rumah makan di Riau khususnya Pekanbaru, yang belum mengurus sertifikat halal yang merupakan poin penting untuk menggaet wisatawan muslim ke Riau.

Sertifikat halal dikeluarkan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau.

Ia juga meminta agar Pemerintah mengupayakan kepada hotel-hotel untuk mengurus Sertifikat LPPOM MUI tersebut.

"Kita harus serius kalau ingin dijadikan destinasi halal. Kita harus dilirik oleh Kementrian Pariwisata, yang sejauh ini Aceh, Sumatera Barat, dan NTB yang dijadikan destinasi halal. Provinsi Riau juga harus siap," kata Dede.


Oleh: Gebby Fadhila Sari

loading...