Tersesat Di Gunung, Empat Warga Aceh Masih Belum Ditemukan

Kutacane, Aceh Tenggara (Antarariau.com) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Kutacane, Provinsi Aceh melanjutkan pencarian empat orang warga pencari kayu gaharu yang tersesat dan kehabisan logistik di Gunung Perkison di daerah itu.

"Sekitar pukul 15.00 Wib kemarin (Ahad, 8/7), kita berangkatkan lagi satu tim untuk melanjutkan pencarian sesuai jalur yang sudah ada," kata Koordinator Pos SAR Kutacane, Risky Hidayat di Kutacane, Aceh Tenggara, Senin.

Dia mengaku tim Basarnas dibantu TNI/Polri setempat telah melakukan pencarian dari informasi korban selamat Arta (36), warga Terutung Payung, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara (Agara), Sabtu (31/12) pukul 21.00 Wib.

Timnya telah mecari sebanyak dua kali yakni pada Ahad (1/1), dan menemukan satu orang korban atas nama Ayuman, warga Desa Liang Pangi, Lawe Alas, Agara di kaki gunung, tetapi terkendala logistik serta komunikasi.

Baru tim kedua diberangkat dengan jumlah personel lebih banyak pada Rabu (4/1), dan mengalami kendala komunikasi dengan jalur yang cukup ekstrem, sehingga pihaknya memutuskan untuk kembali pada Sabtu (7/1).

"Kita perkirakan kondisi empat orang korban mampu bertahan, karena patokan mereka pada alur sungai setempat. Mudah-mudahan tim kita berjumlah 11 orang dengan logisitik cukup untuk sepekan, bisa temukan empat orang korban," terang Risky.

Letkol Inf Yudiono, Komandan Kodim 0108/Agara menuturkan, empat orang tersesat dan kehabisan logistik ketika mencari kayu gaharu atau dikenal warga kayu alim untuk menambah perekonomian karena kayu tersebut laku keras di pasaran.

Pengakuan korban selamat, lanjutnya Arta dan Ayuman serta empat rekan lain yakni Bentol (60) warga Lembah Alas, Jalal (40) warga Terutung Payung, Munjir (33) asal Banda Aceh, dan Sembiring (40) asal Medan, Sumatera Utara.

Mereka berangkat berenam dengan tujuan mencari kayu gaharu di wilayah pegunungan Perkison, Aceh Tenggara dengan jarak dari Kutacane, sebagai ibu kota kabupaten sekitar 30 kilometer ke arah Barat Laut pada Senin, 5 Desember 2016.

Kayu gaharu atau bahasa latin disebut Aquilaria malaccensis dengan tinggi mencapai 40 meter, dan berdiameter lebih dari 60 centimeter memiliki resin beraroma wangi yang dipakai sebagai campuran untuk membuat parfum.

"Kini kondisi empat orang korban dilaporkan menunggu di tenda karena kelelahan dan kehabisan makanan, sehingga tidak sanggup lanjutkan perjalanan," terangnya.