Satu Dari Empat Orang Yang Tersesat Di Gunung Perkinson Berhasil Ditemukan

Kutacane, Aceh Tenggara (Antarariau.com) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Kutacane, Provinsi Aceh, menemukan seorang korban dari empat orang pencari kayu gaharu yang tersesat dan kehabisan logistik di hutan Gunung Perkison.

"Hari ini tepat pukul 15.15 WIB, tim SAR gabungan berjumlah 17 personel menemukan satu orang korban atas nama Jalal (40)," terang Koordinator Pos SAR Kutacane, Risky Hidayat di Kutacane, Aceh Tenggara, Senin.

Menurutnya, korban yang merupakan warga Desa Terutung Payung, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara ditemukan oleh tim pada posisi koordinat 03.35.57.32 N atau Utara dan 97.48.54.26 E atau Timur.

Ia memastikan, kondisi korban dalam keadaan selamat. Namun, katanya, pihaknya belum dapatkan informasi secara detail mengenai fisik korban.

Tim Basarnas dilapangan saat ini telah memberikan pertolongan pertama terhadap korban berupa perawatan medis tahap awal, dan asupan gizi bagi korban.

"Kalau luka, dan kelaparan sudah pasti. Karena perkiraan kami, sejak tanggal 25 Desember 2016, korban sudah tidak ada logistik," terangnya.

Dia mengakui, pihaknya mengalami kendala peralatan komunikasi terutama dari posko pemantauan menggunakan pesan singkat atau sms seluler satelit, dan radio komunikasi belum terhubung.  

"Untuk tiba ke posko, belum bisa kami pastikan. Dan selanjutnya pencarian, kami akan bentuk jadi dua tim untuk cari tiga orang korban lagi," beber Risky.

Letkol Inf Yudiono, Komandan Kodim 0108/Agara menuturkan, empat orang tersesat dan kehabisan logistik ketika mencari kayu gaharu atau dikenal warga kayu alim untuk menambah perekonomian karena kayu tersebut laku keras di pasaran.

Pengakuan korban selamat Arta dan Ayuman, lanjutnya, terdapat empat rekan mereka yakni Bentol (60) warga Lembah Alas, Jalal (40) warga Terutung Payung, Munjir (33) asal Banda Aceh, dan Sembiring (40) asal Medan, Sumatera Utara.

Mereka berangkat berenam dengan tujuan mencari kayu gaharu di wilayah pegunungan Perkison, Aceh Tenggara dengan jarak dari Kutacane, sebagai ibu kota kabupaten sekitar 30 kilometer ke arah Barat Laut pada Senin, 5 Desember 2016.

Kayu gaharu atau bahasa latin disebut Aquilaria malaccensis dengan tinggi mencapai 40 meter, dan berdiameter lebih dari 60 centimeter memiliki resin beraroma wangi yang dipakai sebagai campuran untuk membuat parfum.

"Kini kondisi empat orang korban dilaporkan menunggu di tenda karena kelelahan dan kehabisan makanan, sehingga tidak sanggup lanjutkan perjalanan," terangnya.