Warga Pekanbaru Keluhkan Stok Beras Murah Bulogmart Kosong

Pekanbaru (Antarariau.com) - Adi (54) warga Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, mengaku kecewa karena sudah tiga hari terakhir ini harus pulang dengan tangan kosong tanpa membawa beras murah yang biasa dijual oleh bulogmart setempat.

Ia bahkan sengaja tiga hari terakhir pada setiap pagi bulak-balik ke kantor Bulog Jalan Cutnyakdien Pekanbaru untuk membeli beras murah yang biasa ditawarkan.

"Saya tiap pagi ke sini tak ada kejelasan," kata Adi di Pekanbaru dengan logat Padang, Rabu.

Enek (40) warga Labuh Baru juga mengakui hal yang sama, ia kecewa tidak bisa membeli beras murah yang biasa dijual oleh bulogmart. Padahal ini kali pertama ia datang setelah beras raskin jatah tahun lalu habis dikonsumsi.

"Mau nunggu raskin lama, beras di rumah sudah habis. Katanya di sini ada beras murah dari harga pasar," ucapnya kecewa.

Enek menyebutkan petugas bulogmart yang dijumpainya beralasan beras murah jenis premium yang biasa dijual sedang kosong alias stok habis.

Sementara yang kini dijual jenis beras kualitas Anak Daro asal Sumatera Barat yang dipatok Rp130.000 kemasan 10 kilogram.

"Kami butuh beras murah yang biasa dijual Rp87.000 kemasan 10 kilogram," tegasnya.

Dihubungi terpisah Humas Bulog Divre Riau dan Kepri Hendra Gunafi menyatakan Bulogmart tetap berjualan gula, minyak goreng dan beras Anak Daro asal Sumbar.

"Gula Rp25.000 kemasan dua kilogram, beras Rp130.000 kemasan 10 kilogram," katanya singkat.

Pantauan antara di salah satu toko kelontong Jalan Fajar beras bulogmat jenis premium yang biasa dijual di kantor Jalan Cutnyadien Pekanbaru diperjual belikan seharga Rp10.000 perkilogram.

Sementara beras dengan karung yang sama ini dijual seharga Rp8.700 perkilogramnya di bulogmart.

Sebelumnya diberitakan Badan Urusan Logistik Riau - Kepulauan Riau mencatat mampu menjual empat ton beras per harinya pada Operasi Pasar (OP) yang diselenggarakan di halaman kantor Jalan Cuknyakdien Pekanbaru.

"Permintaan dan animo masyarakat Pekanbaru akan beras kualitas premium Bulog sangat tinggi," kata Kepala Humas Bulog Riau-Kepri Hendra Gunafi di Pekanbaru, Rabu (14/12/16).

Menurut Hendra Gunafi tingginya permintaan akan beras OP di Bulog ini erat kaitannya dengan harga yang ditawarkan jauh lebih murah ketimbang pasar.

"Kami hanya mematok Rp8.700 per kilogram," terang dia.

Hendra Gunafi menjelaskan pihaknya telah menyiapkan stok beras yang cukup untuk mengantisipasi peningkatan permintaan OP ini.

"Stok kita cukup," terang dia.

Ia mengakui belakangan beras yang kini dikelola oleh Bulogmart ini jauh diminati masyarakat karena kualitasnya premium sementara harga murah.

Ia mencontohkan di pasar tradisional jenis beras kualitas premium dihargai Rp14.500 - Rp15.000 per kilogram merek Solok Super.

"Sementara untuk standar medium saja jenis Topi Koki sudah Rp11.000. Padahal Bulog menjual jenis beras premium seharga Rp8.700 per kilogram," tegasnya.  

Ia menganalisa selama ini masyarakat Pekanbaru cenderung dengan rasa beras perah atau berderai. Sementara testur itu ada pada beras Bulog.

"Bedanya hanya dari segi rasa, beras Solok berderai keras, Bulog antar keras pulen ini keunikan beras kita," terangnya.