Dana Sertifikasi Tak Kunjung Cair, Ribuan Guru Kuansing Tuntut Kejelasan Hak

Kuantan Singingi (Antarariau.com) - Ribuan guru di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau menggelar aksi damai di depan perkantoran Bupati dan Dewan Perwakilan Daerah setempat untuk menuntut hak dana sertifikasi.

" Kami menuntut hak, selama ini tidak mendapatkan kejelasan," kata salah satu Guru yang ikut dalam berdemo Halam perkantoran Bupati Kuansing Wn (45) di Teluk Kuantan, Rabu.

Ia mengatakan, ribuan guru berharap dana sertifikasi dicairkan tepat waktu diselesaikan Desember 2016, namun setelah beberapa bulan hingga Januari 2017 hak tenaga pendidik tak kunjung jelas diberikan hingga memutuskan untuk menggelar aksi damai.

Wakil Bupati Kuansing Halim dalam sambutannya dihadapan ribuan guru mengatakan, persoalan itu belum diketahui secara jelas penyebab belum dibayarkan, sementara Bupati dan Wakil Bupati terpilih baru menjalankan tugas enam bulan, lebih jelasnya bisa dipertanyakan kepada instansi terkait atau sekretaris daerah.

Sekretaris Daerah Kuansig Muharman menyebutkan, akan membayar dana sertifikasi pada tahun 2017, karena dana itu telah di transper pusat, uang itu masuk kedalam Silva dan sebaiknya semua guru bersabar, itu yang dijanjikan agar didepan ribuan guru yang berdemo.

" Kami sebagai guru meminta janji itu ditempati," sebutnya.

Bupati Kuantan Singingi Mursini melalui Sekretaris daerah Muharman berapi api mengatakan, aksi damai yang dilakukan guru adalah hak perlu di respon positip sebagai bentuk berdemokrasi namun hindari masuknya provokasi maupun lainnya yang berdampak negatif.

" Tunjangan itu akan dibayarkan Pemkab Kuansing pada tahun 2017," janji Sekda Muharman.

Karena itu sebaiknya semua guru yang berhak menerima harus bersabar dan menunggu, saat ini sedang di proses dan selain itu jangan melupakan tugas mengajar sebagaimana diamanah kan Undang - Undang sehingga proses belajar mengajar di daerah tetapberjalan lancar.

Tidak sampai disitu, setelah menerima penjelasan dari Pemkab Kuansing, sejumlah perwakilan  guru mendatangi Kantor DPRD setempat dan menemui anggota legislatif yang menangai masyaralah pendidikan, hasilnya sama diminta agar guru bersabar.