Seleksi Calon Sekda Dumai Bersiap Masuki Putaran Tiga Besar

id seleksi calon, sekda dumai, bersiap masuki, putaran tiga besar

Seleksi Calon Sekda Dumai Bersiap Masuki Putaran Tiga Besar

Dumai (Antarariau.com) - Enam calon sekretaris daerah Kota Dumai peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama selesai mengikuti serangkaian tes diadakan tim panitia seleksi dan diumumkan 23 Januari 2017 untuk tiga besar.

Rangkaian terakhir dari seleksi sekda adalah tes kompetensi bidang yaitu sesi wawancara dan pemaparan makalah dari masing-masing calon di hadapan lima orang panelis penilai sejak pukul 08.30 Wib hingga 11.30 Wib, Jumat.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Kota Dumai Sepranef Syamsir mengatakan, setelah enam calon mengikuti tes kompetensi bidang, selanjutnya tim pansel akan memutuskan tiga nama yang lolos untuk diusulkan kepada wali kota.

"Dijadwalkan tanggal 23 januari pengumuman tiga besar, dan mudah mudahan tidak ada kendala," katanya, Jumat.

Disebutkan, tiga nama calon sekda yang diloloskan tim pansel dan diusulkan ke wali kota tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara dan Gubernur Riau.

Pelaksanaan rangkaian seleksi pejabat pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah Kota Dumai ini sejak awal hingga akhir telah berlangsung dengan baik dan lancar dengan keenam calon peserta yang merupakan ASN di lingkungan Pemkot Dumai.

Pemantauan, setiap calon sekda diberi waktu setengah jam untuk mengikuti tes kompetensi bidang dengan sesi wawancara dan pemaparan makalah, diawali Kepala Dinas Tenaga Kerja Amiruddin, disusul Kepala Dinas Koperasi Hamdan Kamal.

Kemudian, digilir lagi kepada Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Marjoko Santoso, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Muhammad Nasir, mantan Kepala Bappeda Surya Irianto dan terakhir Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zulkarnain.

Seorang calon sekda, Kepala Bappeda Dumai Marjoko Santoso mengaku ditanya oleh lima panelis dengan lima pertanyaan seputar perkembangan pembangunan daerah dari semua sisi permasalahan.

"Tadi hanya setengah jam waktu untuk memaparkan makalah dan lima panelis masing masing bertanya satu soalan tentang perkembangan daerah," kata Marjoko.