5 Sudah Mati, BBKSDA Lepaskan Trenggiling Selundupan ke Danau Zamrud

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akan melepas liarkan 89 trenggiling asal Sumatera Selatan yang ditangkap Polres Bengkalis. 

"Satwa itu harus segera dilepaskan karena cukup rawan apabila dibiarkan terlalu lama," kata Kepala Seksi Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro kepada Antara di Pekanbaru, Senin. 

Polres Bengkalis menangkap 89 ekor trenggiling di Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis pada Minggi sore (12/2). Dari 89 ekor trenggiling tersebut, lima diantaranya telah mati. 

Menurut Heru, trenggiling itu mati akibat dibawa dalam kondisi yang tidak layak, yakni disimpan dalam karung dan keranjang. Terlebih lagi mereka telah menempuh perjalanan jauh dari Sumatera Selatan ke Bengkalis yang bisa membutuhkan waktu 48 jam. 

"Untuk itu, saat ini tim kami sedang berkoordinasi dengan Polres Bengkalis agar secepatnya bisa dilepaskan," ujarnya. 

Ia memperkirakan, lepas liar trenggiling itu akan dilakukan selambatnya pada Selasa besok (14/2). 

"Taman Nasional (Zamrud) di Siak menjadi pertimbangan kami. Karena lebih efektif dan tempatnya lebih dekat dengan Bengkalis," ujarnya. 

Heru menambahkan, trenggiling merupakan satwa yang kerap dijadikan komoditas penyelundupan oleh pelaku tidak bertanggung jawab. Hal itu disebabkan seluruh bagian tubuh trenggiling dimanfaatkan. 

"Ada kepercayaan tertentu yang menyebutkan trenggiling dapat menyembuhkan penyakit," ujarnya. 

Akibatnya, trenggiling dihargai cukup mahal di pasar gelap. Bahkan, ia mengatakan harganya bisa mencapai Rp800 ribu per ekor. 

"Kit sangat apresiasi Polres Bengkalis yang berhasil mengungkap ini. Kita berharap jaringan penyelundup lainnya bisa terungkap," jelasnya. 

Dari penangkapan tersebut, Polres Bengkalis menangkap empat pelaku masing-masing berinisial JI (42), Ro (39), FB (49) dan Su (32). Saat ini polisi masih terus mendalami keterangan para pelaku guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.