Sinarmas

DPRD Pekanbaru Desak Pemko Ciptakan Forula Baru Pendongkrak PAD

Pekanbaru (Antarariau.com) - DPRD Kota Pekanbaru mendorong pemerintah kota setempat untuk menciptakan formula baru agar memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah pada 2017 dari semua sektor.

"Saya belum yakin Pemko punya sistem untuk menekan kebocoran PAD," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru Desi Susanti di Pekanbaru, Selasa.

Desi Susanti mengemukakan tidak adanya sistem dan formula inilah yang membuat target PAD Pekanbaru dua tahun terakhir tidak pernah tercapai.

Akibat banyak terjadi kebocoran penerimaan yang harusnya bisa ditutup jika sistem dan formulanya bagus. Walau diakuinya ini tidak terlepas dari perilaku Sumber Daya Manusia (SDM) yang bobrok.

Tetapi sambung dia kalau sistemnya kuat dan formula PAD jelas maka SDM yang berani bermain dengan sendirinya akan terseleksi alam.

"Pertanyaannya kini Pemko punya sistem atau tidak, setahu saya belum," tegasnya.

Jika belum ada sebut anggota Fraksi Demokrat ini Pemko sudah saatnya membuat dan merancang di awal tahun jangan lagi menunggu pertengahan agar tidak kelabakan.

Apalagi ucapnya dengan dibentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru maka ini moment pas agar Pemko khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bisa bekerja maksimal.  Karena peristiwa 2015 dan 2016 harus jadi pelajaran.

Apa saja kelemahan dalam pencapaian target PAD harus di evaluasi.

"Kami dari DPRD akan mendorong dan prioritaskan pembahasan Ranperda yang menyangkut PAD seperti BPT-PM dan Retribusi Pasar," ujarnya.

Namun semua tetap kembali kepada Pemkonya bagaimana mampu menciptakan formulasi baru agar kebocoran PAD bisa ditekan atau dihilangkan

"Kalau belum ada ayok kita jalankan dengan sendirinya akan membaik," ajaknya.

Sebelumnya diberitakan memasuki awal triwulan keempat 2016, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru sudah terkumpul¿ Rp304.791.592.946 atau sekitar 55,03 persen.

Dengan begitu untuk Dispenda ha¿rus mengejar capaian pendapatan yang masih berkurang 44,65 persen lagi.

Capaian PAD triwulan keempat ini meningkat dari tahun sebelumnya hanya Rp280.578.634.875  atau 44,65 persen persen.

"Kami belum merasa puas dengan capaian ini karena masih ada sektor yang cukup besar dalam memberikan peluang pendapatan yakni reklame dan tempat hiburan," ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Azharisman Rozie.

Ia menyebutkan angka ini merupakan penerimaan dari 11 pajak daerah. Yakni meliputi hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan umum, mineral bukan batuan dan logam, parkir. Kemudian pajak air bawah tanah, sarang burung wallet, Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, PBB sektor perkotaan dan pendapatan denda pajak.