Sinarmas

Mentan: Lahan Sawit di Riau Agar Ditanami Jagung, Begini Caranya

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan perkebunan sawit di Provinsi Riau dapat lebih dimanfaatkan secara optimal dengan menanam komoditas lain seperti jagung melalui sistem tumpang sari. 

"Integrasi sawit dan jagung. Biasanya di tengah sawit hanya bisa ditumbuhi rumput, sekarang kita bisa panen jagung," kata Menteri Andi di Pekanbaru, Jumat. 

Ia mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah pusat siap untuk membantu menyiapkan bibit jagung gratis ke Provinsi Riau. 

Menurut Mentan, integrasi sawit dan jagung merupakan langkah intensifikasi untuk menghasilkan dua jenis produksi tanaman berbeda pada satu lahan yang sama. 

Khusus untuk tanaman jagung pada lahan perkebunan sawit, dia mengatakan hal tersebut bisa dilakukan pada saat sawit dalam fase TBM (tanaman belum menghasilkan). 

"Selama TBM atau tanaman belum menghasilkan kita tanami jagung. Replanting (penanaman kembali) kan terus menerus dilakukan," ujarnya. 

Untuk itu, dia mengatakan selama sawit dalam fase TBM, petani tetap mendapatkan pendapatan tambahan dari komoditas jagung yang telah dikembangkan terlebih dahulu. Untuk merealisasikan hal tersebut, ia berjanji siap membantu menyiapkan benih jagung dan peralatan ke provinsi Riau. 

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan mendukung penuh upaya tersebut. Dia bahkan mengatakan jagung sangat berpotensi untuk dikembangkan pada lahan gambut yang saat ini dalam proses restorasi oleh Badan Restorasi Gambut. 

 "Ada 900.000 kawasan hidrologi gambut yang diperbaiki di Riau. Nanti ada tim memeriksa, jagung itu bisa tidak di gambut. Jadi ada diversifikasi," ujarnya. 

Ia optimisi program tersebut dapat terlaksana dengan baik melalui sinergitas seluruh pihak terkait. 


loading...