Gubri Ingin Manfaatkan Area Bekas Karhutla Untuk Kebun Jagung

Pekanbaru (Antarariau.com) - Gubernur Riau mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden melalui Menteri Pertanian dan berupaya agar bisa melakukan ekspor seperti yang sudah dilakukan di perbatasan dengan Papua Nugini.

"Kita mendukung program ini, dan kita harapkan Pelalawan misalnya, juga mampu untuk melakukan ekspor jagung. Saat ini bahkan sudah ada perusahaan yang akan mendukung untuk ekspor ke luar negeri," ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat ditemui di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Jumat.

Gubri juga menjelaskan bahwa Menteri Pertanian sebut Riau memiliki potensi dan peluang yang besar untuk bisa mengekspor jagung dan padi karena memiliki akses dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, bahkan Mentan menyarankan untuk membuka 100 ribu hektare lahan jagung.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa lahan yang akan ditanami merupakan lahan open access yang diganggu oleh pelaku perusak hutan, akan diambil oleh Pemprov Riau untuk ditanami jagung.

Selain memanfaatkan lahan open access, nantinya Gubri juga berencana untuk menggunakan lahan gambut, jika nantinya memungkinkan untuk ditanami jagung. Sehingga bisa memperluas areal penanaman.

"Yang jelas ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi kebakaran hutan lahan, Pangdam bahkan sudah mencoba cara ini di Siak, Kampar, Rangsang dan Meranti," ujarnya.

Gubri juga merencanakan akan menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta kementerian terkait tentang bagaimana mapping di daerah, yang nantinya akan diikuti regulasi dengan perda sehingga tidak ada isu alih fungsi lahan.

"Kita himbau masyarakat untuk bisa menanam jagung, karena merupakan kebanggaan jika kita yang selama ini mengimpor bisa mengekspor jagung dan juga padi," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa ini juga memerlukan sinergitas dan kerjasama semua pihak terkait seperti dukungan pemerintah pusat, menteri terkait, TNI dan Polda.
Oleh: Gebby Fadhila Sari