Pendatang Dari Sumut Bakar Ratusan Hektare Lahan Gambut Rohil

Pekanbaru (Antarariau.com) - Paskhas 462 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin bersama dengan personel Polda Riau menangkap dua terduga pelaku pembakar lahan hingga menyebabkan ratusan hektare gambut kering di Rokan Hilir hangus terbakar.

"Dua orang diduga pelaku pembakar lahan berhasil ditangkap. Sekarang masih diperiksa intensif," kata Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru, Rabu.

Kedua pelaku terduga pembakar lahan itu masing-masing berinisial MT (52) dan MR (26). Hasil pemeriksaan sementara, demikian Henri, keduanya bukan warga Rokan Hilir, melainkan pendatang dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kebakaran di Kabupaten Rokan Hilir tepatnya di Kecamatan Tanah Putih terjadi sejak awal pekan lalu. Hingga hari ini, api masih membara dan total luas kebakaran diperkirakan mencapai 200 hektare.

Sementara itu, dari beberapa kali patroli udara yang dilakukan petugas juga melihat keberadaan rumah dan gubuk liar di sekitar titik api.

Selain itu, kebakaran juga diduga kuat karena disengaja untuk perluasan lahan perkebunan sawit. Hal itu diperkuat dengan keberadaan kanal yang memisahkan antara perkebunan sawit produktif dan lahan gambut kosong yang terbakar.

Untuk itu, Danlanud Henri Alfiandi menyiapkan misi operasi penangkapan pada hari ini.

Dengan menggunakan helikopter SA-330 Puma milik TNI AU, tim berangkat ke lokasi titik api yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Kota Pekanbaru.

Hasilnya dua pelaku tersebut berhasil diciduk dan masih diperiksa oleh penyidik Polda Riau di Posko utama Satgas Penanggulangan Karhutla Riau, Lanud Roesmin Nurjadin.

Melengkapi Danlanud, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger berharap dengan adanya operasi tersebut dapat memberikan efek jera bagi pelaku pembakar lahan.

"Semoga dengan adanya operasi tangkap tangan terhadap pembakar lahan ini dapat memberik efek kejut bagi pembakar lahan lainnya," kata Edwar.