Petani Cabai Di Kampar Berpenghasilan Rp13 Juta Sebulan, Ini Rahasianya

Kampar (Antarariau.com) - Seorang petani cabai rawit, Hamdani (45 tahun) mampu berpenghasilan Rp13 juta sebulan memanfaatkan lahan kosong seluas 1000 meter persegi hanya bermodalkan 2 ons bibit di Dusun V Pematang Kulim Des Pulau Birandang Kecamatan Kampa.

"Alhamdulillah saya bisa memiliki penghasilan Rp13 juta sebulan dari lahan 1000 meter untuk menambah pendapatan sehari-hari sebagai penjaga kebun milik bapak Jefry Noer ini," kata Hamdani saat ditemui di kebun cabainya itu.

Warga asal Lombok ini memanfaatkan waktu senggangnya di malam hari setelah seharian mengurusi kebun kelengkeng, pepaya madu dan sapi milik juragannya itu.

"Saya memang hobi bertani, saya tidak ingin ada waktu nganggur, lahan kosong ini sayang kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal, ada waktu senggang setelah seharian bekerja membersihkan kebun kelengkeng, pepaya madu dan ngurusi sapi, di malam harinya mulai pukul 21.00 WIB saya pergunakan untuk menanam cabai rawit kampung ini," kata dia.

Bibit cabai itu diperolehnya dari temannya sesama petani dari cabai berwarna merah disemai lalu dijadikan bibit sebanyak 2 ons saja. Dari bibit yang seharusnya bisa tertanam 4000 batang, hanya mampu ditanaminya sebanyak 800 batang saja karena kekurangan tenaga.

Dia menanam sejak pertengahan Agustus 2016 lalu, mulai menghasilkan pada Oktober 2017 dan sampai sekarang sudah terkumpul uang sebanyak Rp100 juta lebih, sementara waktu panen bisa dilakukan selama setahun lagi.

Jika ditotal dari penghasilan panen selama delapan bulan sejak waktu tanam hingga saat ini, ia mendapatkan uang sebanyak Rp13 juta perbulan. Modal lain untuk lahan 1000 meter itu hanya untuk membeli pupuk NPK sebanyak 4 kg.

Hamdani memanen tidak bekerja sendiri, dia membutuhkan tenaga kerja lain, tiga sampai empat orang. Satu orang hanya mampu memanen sebanyak 10 kg saja perhari dan perminggu mampu panen sekitar 137 kg.

Dari hasil panen itu, tidak untuk berpoyah-poyah, uang yang diperolehnya dibuat modal mengembangkan usahanya dengan membuka lahan seluas 8 ha di lokasi yang sama.

Melihat itu, mantan Bupati Kampar, Jefry Noer sangat mengagumi hasil buah tangan petani itu, lalu dia membuka lahan seluas12 ha untuk tanaman cabai rawit dengan pola modern, "Saya ingin membandingkan hasil tanaman olahan tradisional dan moderen, jika Hamdani memakai pola tradisional tanpa memakai mulsa, lalu bagaimana hasilnya dengan lahan cabai yang memakai mulsa mana yang lebih menguntungkan," ujarnya.

Jefry menyampaikan bahwa ini adalah contoh petani yang tidak bertulang rusuk panjang, di malam haripun dia bekerja menanam cabai, dia manfaatkan waktu secara maksimal dan hasilnya benar-benar menakjubkan.

loading...