PTPNV

Gandeng Sejumlah Pihak, Pemkab Siak Kembangkan Pengolahan Limbah Kelapa Sawit

Siak (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Siak melalui Perusahaan Daerah Sarana Pembangunan Daerah (PD SPS) dan bekerjasama dengan PT Biomass Energi Hijau berencana mengolah limbah yang dihasilkan oleh perusahaan kelapa sawit menjadi sumber energi untuk pelestarian lingkungan sekitar.

Pengolahan limbah sawit itu dalam rencananya akan mendapuk Perusahaan Daerah Sarana Pembangunan Daerah (PD SPS), sebagai BUMD yang bekerjasama dengan PT Biomass Energi Hijau di bidang pemanfaatan energi hijau melalu mekanisme bisnis yang saling menguntungkan.
 
“Hasil olahan limbah cair dari PKS akan menjadi bahan baku untuk biodiesel, sabun dan pupuk, serta sebagai bahan bakar boiler, yang berfungsi sebagai penggerak turbin pembangkit listrik," kata Direktur PD SPS Bob Novitriansyah di Siak, Sabtu.

Dia menambahkan, PT Biomass Energi Hijau (BEH), akan segera membangun infrastruktur pabrik, serta pembangkit listrik tenaga biomass di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Bob mengatakan, selama ini PT Biomass dikenal konsisten mengembangkan industri ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit

Sementara itu Bupati Siak Syamsuar, PD SPS akan menjadi suplier tunggal limbah sawit baik padat dan cair bagi industri pengolahan sawit yang diprakarsai PT Biomass.

Menurutnya, kerjasama dibidang energi ini tidak hanya semata berdampak positif bagi upaya pelestarian lingkungan hidup, namun Pemkab Siak juga menangkap peluang peningkatan perekonomian daerah.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Siak Syamsuar mengajak para direksi perusahaan Pabrik Kelapa Sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Siak, untuk terlibat dalam kemitraan bisnis ini.

“Kedua Perusahaan (PD SPS dan PT Biomass) sudah menandatangani MoU atau nota kesepahaman pada tanggal 8 Maret 2017 yang lalu," sebutnya.

Untuk itu Syamsuar mengajak pihak perusahaan yang ada untuk menyatukan komitmen, terkait penanganan limbah sawit dan penyediaan bahan limbah sebagai bahan baku industri.

“Seperti yang kita ketahui, limbah cair maupun padat dari PKS punya nilai jual. Oleh karena itu saya mengajak semua PKS yang ada, agar menjual limbah industrinya kepada perusahaan daerah," pinta Syamsuar.

Ia berharap, keberadaan Kawasan Industri Tanjung Buton yang sedang dibangun di Kabupaten Siak melalui kerjasama ini juga dapat segera di maksimalkan operasionalisasinya, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah.

Bupati dua periode itu optimis, jika pabrik tersebut sudah berdiri, tentunya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah dan PKS, karena dari pengolahan limbah kelapa sawit tersebut akan menghasilkan peningkatan nilai guna yang berdampak pada pendapatan BUMD dan pemasukan daerah.
 

loading...