PTPNV

65 Persen Jalan Di Riau Dalam Kondisi Bagus, Benarkah???

Pekanbaru (Antarariau.com) - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mengklaim 65 persen kondisi jalan di wilayah setempat saat ini bagus dan sudah diaspal.

"Kondisi jalan di Provinsi Riau 65 persen sudah baik, sementara sisanya diklasifikasi kondisi sedang dan jelek," kata Pelaksana tugas Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto di Pekanbaru, Minggu.

Dadang Eko Purwanto mengemukakan panjang jalan di Riau yang masuk pada kewenangan pihaknya dalam pembangunan ada 29.000 kilometer.

Sekitar 35 persen kini fungsionalnya berjalan bagus walau dengan kualitas sedang dan jelek.

Sementara yang kondisinya jelek sambung Dadang segera dilakukan perbaikan guna persiapan menyambut arus mudik Idul Fitri yang akan dirayakan Juni 2017.

"Jalan tanah yang jelek akan kami lakukan peningkatan kualitas "grade"" kata Dadang.

Ini sebut dia pengaruh keterbatasan anggaran di Dinas PUPR Riau sehingga dilakukan bertahap.  

"Kalau untuk lintas kabupaten/kota di Riau semua kini dalam kondisi baik," ujarnya.

Namun sebut dia lagi ada beberapa jalan yang melintasi Riau kewenangan perbaikannya masuk anggaran nasional, dan kabupaten/kota.

Sehingga Riau tidak bisa melakukan perbaikan. Meski demikian untuk koordinasi pihaknya senantiasa melaporkan jika ada temuan jalan yang rusak ke wilayah berwenang.

"Kami selalu menyurati atau menelepon PUPR pusat jika ada jalan nasional di wilayah kita yang rusak," ucapnya.

Ia menambahkan  berbicara kesiapan mudik jalur kabupaten/kota Dinas PUPR juga sudah mengidentifikasi beberapa yang rawan. Seperti jalur mudik Rengat menuju Tembilahan.  Kondisinya kritis karena alami abrasi Sungai Indragiri.

"Hanya itu jalur mudik antar kabupaten/kota yang rawan. Sementara kewenangannya ada di Balai Wilayah Sungai Sumatera tiga (BWSS)," sebut dia.

Tetapi kalau fungsional jalan itu tanggungjawab Provinsi Riau, selain perbaikan, menyambut Idul Fitri Dinas PUPR juga menyiagakan SDM dan peralatan.

"Persiapan tenaga dan peralatan juga ada untuk sewaktu-waktu diperlukan antisipasi longsor serta jalan putus," kata dia.

Dadang mencontohkan perbaikan jalan Riau- Sumbar yang longsor, itu kewenangan perbaikannnya adalah pusat lewat APBN.

"Namun tidak tertutup kemungkinan Riau ikut membantu untuk koordinasi peralatan," ujarnya.

Sementara berbicara jembatan pihaknya kini mencatat ada dua yang mengalami putus. Satu lokasi di Rohul di tabrak pompong, sementara yang lainnya ada di Inhil hanyut karena banjir.

Dua jembatan putus tersebut direncanakan akan dilakukan perbaikan.

"2017 jembatan di Rohul akan dibangun sudah dianggarkan, sedangkan Inhil akan diupayakan memperbaiki karena masih jembatan kayu yang hanyut," tambahnya.