Waspadai Penularan HIV/AIDS, Dinkes Pekanbaru Diimbau Untuk Periksa Kesehatan Imigran

Pekanbaru (Antarariau.com) - Anggota DPRD Kota Pekanbaru mengingatkan kepala Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan tes HIV/AIDS bagi imigran yang mencari suaka politik di wilayah setempat guna menghindari penularan bagi warga tempatan.

"Saya dengar angka penyebaran HIV/AIDS di Pekanbaru tertinggi di Rumbai, saya kaget itu daerah pemilihan (dapil) saya," kata anggota DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga di Pekanbaru, Minggu.

Apalagi sebut Dapot Sinaga  penyebab tingginya penularan itu ada hubungan dengan banyaknya para imigran pencari suaka berkeliaran di Kecamatan Rumbai.

"Saya memang lihat mereka tiap sore dan malam berolahraga dan berkeliaran bebas di kawasan terbuka hijau Rumbai," urainya.

Politisi PDIP ini menganalisa bahwa bukan tidak mungkin para pencari suaka itu ada yang menderita HIV/AIDS lalu menularkannya kepada warga sekitar Rumbai.

Maka dari itu tegas dia lagi, Dinkes harus mengambil sikap segera melakukan pengetesan kepada para imigram yang setiap hari berkeliaran dan berinteraksi dengan warga masyarakat. Sehingga bisa dilakukan sosialisasi dan pemahaman kepada penderita agar tidak menularkannya. Serta warga bisa menjauhi cara yang menyebabkan penularan.

"Jadi kita harus waspada terlepas dari apa penyebabnya tetapi HIV/AIDS penyakit berbahaya makanya Dinkes harus segera bersikap," tegasnya meminta.

Sebelumnya Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer mendapat laporan dari Camat Rumbai Zulhelmi Arifin, pada rapat bersama Ikatan Bidan Indonesia Keluarga Berencana Kesehatan (IBI-KB-Kes) tingkat provinsi  bahwa tingginya angka penderita HIV/AIDS diduga karena keberadaan imigran.

"Di Rumbai ada Rumah Detensi Imigrasi di Jalan Umban Sari. Pihak camat melakukan penelusuran, diduga salah satu penyebabnya itu," kata M Noer di Pekanbaru, Senin (13/3).

Sebut M Noer dari data layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dikelola Pemko Pekanbaru, sejak tahun 2000, Senapelan mencatatkan penanganan terbanyak HIV sebesar 247 kasus dan AIDS 70 kasus. Untuk Pekanbaru, diatasnya ada RSUD Arifin Ahmad dengan HIV 521 kasus dan AIDS 844 kasus.