Tamu Rutin Tahunan, Banjir Inhu Rendam 2.472,9 Hektare Lahan Perkebunan

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyatakan banjir yang terjadi di Indragiri Hulu sejak awal Maret 2017 lalu telah merendam 2.472,9 hektare lahan perkebunan.

"Total 2.472,9 hektare lahan perkebunan berikut 21.186 Jiwa terdampak banjir di Kabupaten Indragiri Hulu," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Senin.

Edwar menuturkan banjir menerjang tujuh kecamatan dan 32 desa di Kabupaten Rokan Hulu. Banjir disebabkan meningkatnya curah hujan hingga menyebabkan air sungai Indragiri tidak dapat menampung debit air yang melonjak.

Selain lahan perkebunan berupa sawit dan karet terendam banjir, berdasarkan data BPBD Riau 1.413 ternak di Indragiri Hulu juga terdampak banjir. Kemudian 15 sekolah, dan sembilan jembatan dilaporkan sempat terdampak banjir yang saat ini berangsur surut.

Meski begitu, BPBD Riau belum menghitung kerugian yang diakibatkan bencana banjir tersebut.

"Kita masih fokus pemulihan pasca banjir dan terus memberikan bantuan logistik," jelasnya.

BPBD Provinsi Riau menyatakan, banjir terjadi di lima Kabupaten di Riau dalam beberapa hari terakhir. Selain Indragiri Hulu, banjir juga terjadi di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi dan Pelalawan.

Melengkapi Edwar, Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Indragiri Hulu, Paino mengatakan Hulu sungai Indragiri kondisinya sudah rawan, untuk itu sebaiknya masyarakat tetap waspada banjir dan tidak mendekati wilayah yang rentan bencara banjir.

Ia mengatakan banjir bagi masyarakat Indragiri Hulu sudah biasa, karena tanpa diundang sudah merupakan tamu rutin setiap tahun. Namun demikian, ia meminta warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri tetap menjaga keluarganya untuk tidak bermain di dekat sungai tersebut.