PTPNV

Legislator Riau Soroti Keseriusan Pemprov Kembangkan Potensi Kelautan

Pekanbaru (Antarariau.com) - DPRD Riau mendorong wacana Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman untuk serius menggarap sektor perikanan dan kelautan, mengingat besarnya potensi kawasan pesisir yang dimiliki namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Anggota Komisi B DPRD Riau Karmila Sari di Pekanbaru, Senin, menyoroti komitmen Pemerintah Provinsi Riau pada sektor perikanan dan kelautan dan diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk mendongkrak Pendataan Asli Daerah (PAD).

"Gubernur sampaikan itu (potensi perikanan), tentu program-program sudah mengarah kesana. Kita tahu potensi wilayah pesisir sangat besar. Dorongan dari kami, akan memanggil Dinas terkait untuk menggesa program-program ini," kata Karmila.

Menurutnya, Pemprov Riau juga diminta "buka mata" melakukan pembenahan di sektor perikanan dan kelautan, sebab bidang ini memiliki beberapa persoalan cukup kompleks diantaranya Pemprov setempat kesulitan dalam mendata rill produksi perikanan karena minim prasana seperti pelabuhan ikan, Unit pelaksana teknis perikanan diminta untuk lebih proaktif melakukan pengawasan dan pelaporan, minimnya kapal pengawasan laut serta regulasi izin usaha perikanan tangkap yang masih longgar.

"Untuk itu kita perlu berbenah diri jika ingin serius mengelola sektor ini. Selama ini saya nilai semuanya serba liar, tangkahan berapa? banyak ikan ditangkap kita tidak tahu. Ini kita dorong dengan Peraturan Daerah perikanan tangkap," tegas Karmila.

Komisi B DPRD Riau yang membidangi perikanan dan kelautan menekankan agar  program-program tersebut dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Sementara, Andi Rachman (sapaan akrab gubernur) di beberapa kesempatan, berkomitmen untuk mengembangkan potensi di sektor perikanan dan kelautan, pasalnya hanya ratusan meter saja yang termanfaatkan padahal panjang garis pantai Riau mencapai 2.079 kilometer.

"Kita punya garis pantai cukup luas hampir mencapai 2000 kilometer lebih, yang baru termanfaatkan oleh masyarakat hanya ratusan meter. Dengan potensi yang ada seharusnya bisa optimal bagi pertumbuhan ekonomi," tegas Andi Rachman.

Geliat perikanan sangat positif untuk terus didorong sehingga berimbas pada pergerakan ekonomi masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

Peluang lainnya, kata Andi Rachman, sektor tersebut dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan, pasalnya ada sejumlah kawasan pesisir yang dimiliki tersebar di Kabupaten/Kota meliputi Kabupaten Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Kota Dumai.

Pada 2016, kata Andi Rachman, pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan tercatat tumbuh sebesar 2,3 persen lebih rendah dibanding tahun 2015 yang mencapai sebesar 4,45% dan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai sebesar 5,02%.

Agar pertumbuhan ekonomi Riau tidak merangkak lagi, pihaknya tengah mendesain sektor unggulan seperti pariwisata, Riau Go IT dan menyusul sektor perikanan kelautan.

"Kita tidak bisa bergantung hanya pada perkebunan dan migas saja, tahun depan kawasan pesisir digerakkan serta geliat pariwisata yang mulai menampakkan hasil," ujarnya pula.

"Dari sisi sumber daya manusia kita punya tenaga ahli yang bergerak di bidang itu, tinggal lagi bagaimana political will dan pemerintah untuk terus mendorong," sebutnya pula.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau tercatat potensi kelautan di daerah itu mencapai 140.000 ton per tahun, dan terus mengalami peningkatan. Sementara potensi perikanan budidaya mencapai 40.000 ton pertahunnya.


loading...