Gunakan Portal, Wonosari Tunjukkan Transparansi Pengelolaan Dana Desa

Pekanbaru (Antarariau.com) - Desa Wonosari, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau mengedepankan transparansi dalam penggunaan alokasi dana desa yang dikucurkan Pemerintah pusat, melalui portal desa http://wonosari.desa.id.

"Melalui web desa ini, masyarakat maupun lembaga terkait dapat mengakses sejelas-jelasnya informasi terkait program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat. Ini kami maksudkan agar penggunaan dana desa lebih transparan," kata Kepala Desa Wonosari, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Suswanto di Pekanbaru, Senin.

Transparansi penggunaan alokasi dana desa menjadi parameter penting mengukur keberhasilan program-program desa. Melalui portal desa ini, kata dia, pengawasan anggaran dapat lebih efisien mencakup seluruh progres program-program prioritas yang telah dilaksanakan.

Menyoal penggunaan teknologi, lanjut dia, tentu sangat membantu pihaknya menyebarluaskan informasi di tengah masyarakat. Kendati demikian, ini juga tidak mudah mengingat masyarakat di kawasan itu masih awam dalam penerapan teknologi.

"Bagi masyarakat yang kurang paham mengakses informasi melalui situs desa ini, kita sudah antisipasi dengan memapang spanduk besar di depan Kantor Desa, sudah ada data detail mengenai kegiatan dan program yang dijalankan," urainya.

Pada 2016, lanjut dia, Desa Wonosari mendapat alokasi dana desa sebesar Rp600 juta yang diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur penunjang berupa saluran air, drainase serta pembangunan jalan.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan masyarakat turut dititikberatkan. Salah satunya dengan melakukan pembinaan yang menggerakan ekonomi kreatif bagi pengusaha skala home industry yang menyasar kaum perempuan, ibu rumah tangga.

"Pada 2016 untuk program pemberdayaan masyarakat kita fokuskan pada pelatihan dan pembinaan, kita adakan seminar dengan mengundang pemateri dari kalangan pengusaha," tegasnya.

Sedangkan untuk program yang sedang berjalan di 2017, penggunaan alokasi dana desa diperuntukan bagi pembangunan sarana pendidikan, akses jalan dan pengerjaan lainnya.

"Salah-satunya yang akan kita bangun pembenahan infrastruktur pendidikan dan pembangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, sedangkan untuk program pemberdayaan masyarakat kita bantu pengadaan alat-alat pertanian untuk mengembang usaha mereka, karena mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani," sebutnya.

Sebagai informasi, Pemprov Riau menyatakan anggaran dana desa yang diterima daerah itu pada 2017 mencapai Rp1,3 triliun yang disalurkan dalam tiga tahapan, kepada 1.592 desa yang ada di Provinsi Riau.