PTPNV

Legislator Pekanbaru Terima Banyak Keluhan Soal Buruknya Infrastruktur

Pekanbaru (Antarariau.com) - Anggota DPRD Kota Pekanbaru menyatakan berdasarkan hasil reses menunjukan masih banyak masyarakat di Pekanbaru yang mengeluhkan kurangnya pembangunan infrastruktur didaerah itu.

"Ini rangkuman hasil reses empat daerah pemilihan mulai dari Dapil I-IV," kata Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono di Pekanbaru usai paripurna, Senin.

Sigit mengatakan laporan reses ini adalah hasil aspirasi masyarakat yang sudah terserap selama mereka turun. Dimana selama ini masih belum mendapat sentuhan dalam program pembangunan daerah.

Secara umum permasalahan yang ditemukan dan dikeluhkan terkait infrastruktur.

"Makanya kita meminta nanti Pemko dapat mengakomodir aspirasi masyarakat dalam APBD perubahan 2017 dan APBD murni 2018," pinta Sigit.

Tujuannya sebut Politisi Demokrat ini agar serapan ini tidak menjadi beban bagi teman-teman anggota dewan yang sudah turun ke masyarakat serta dinilai sekedar berjanji saja.

"Memang kita akui jika tidak dimasukan kedalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) maka tidak juga bisa dianggarkan. Makanya kita minta hasil paripurna reses ini dimasukkan agar penganggarannya dapat dilakukan di APBD perubahan 2017 dan APBD murni 2018," harapnya.

Ditempat yang sama Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer mengatakan dari hasil reses yang disampaikan oleh anggota dewan masing-masing Dapil tadi pihaknya tentunya secara bersama dan bertahap akan menampung.

"Apapun yang disampaikan dewan sebagai suara masyarakat tentunya kita akan tampung dan realisasikan secara bertahap serta mengkolaborasikan dengan kemampuan keuangan daerah," kata M Noer menambahkan.

Sebelumnya diawal pada penyampaian laporan reses anggota DPRD Kota Pekanbaru masing-masing daerah pemilihan membacakan laporan.

Misalkan Roem Diani Dewi perwakilan Dapil I yang meliputi Kecamatan Sukajadi, Senapelan, Pekanbaru Kota, dan Limapuluh mengatakan aspirasi masyarakat di wilayahnya rata-rata menyangkut bidang insfrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan kesjateraan sosial masyarakat.

"Bidang insfrastruktur menjadi dominan yang dikeluhkan masyarakat dan berharap agar aspirasinya bisa diprioritaskan untuk anggaran tahun 2017 ini," ucapnya.

Sementara, Maspendri perwakilan Dapil III yang meliputi Kecamatan Sail dan Tenayan Raya mengatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses juga hampir sama,  mulai dari perbaikan jalan dan drainase yang rusak, tumpukan sampah, dan banyaknya keluhan masyarakat akan pengurusan e-KTP yang belum terselesaikan.

"Perbaikan jalan dan drainase rusak harus menjadi prioritas Pemko," tegasnya.