Petani Inhil Berantas Hama Keong Secara Manual

id petani inhil, berantas hama, keong secara manual

Petani Inhil Berantas Hama Keong Secara Manual

Tembilahan, (Antarariau.com) - Sejumlah petani di Desa Mugomulyo, Kecamatan Sungai Batang Inhil melakukan pemberantasan hama keong yang menyerang puluhan hektare lahan padi di wilayah setempat dibantu Kodim 0314 dengan cara manual.

"Lahan padi kami yang baru berumur satu bulan tanam rusak karena di serang hama keong," kata seorang petani asal Desa Mugomulyo Herianti melalui surat elektroniknya kepada Antara di Tembilahan, Sabtu.

Herianti menerangkan akibat diserang hama keong, tanaman padi yang rusak bahkan harus dilakukan penggantian atau penanaman kembali.

"Petani harus mengganti dengan bibit padi baru. Jika tidak dikhawatir mereka akan mengalami kerugian besar sebab bisa menyebabkan gagal panen," terang Herianti.

Menurut dia hama keong ini mulai menyerang tanaman padi petani sejak berumur satu minggu dan berlanjut hingga sekarang usia sebulan.

Selain daun, keong ini juga menyerang batang hingga ke pangkalnya.

Sejauh ini sebutnya petani hanya melakukan pemberantasan secara manual dengan mengutip keong yang menempel pohon satu per satu," tuturnya lagi.

Herianti menuturkan petani belum berani memberantas hama keong emas dengan obat khusus atau pestisida.

Pasalnya, usia tanaman baru sebulan. Apabila dipaksa semprot dikhawatirkan mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi itu.

"Musim tanam kali ini memang luar biasa keong terus beranak dan berkembangnya begitu cepat, serangannya juga sangat cepat, lihat itu sendiri hama memakan daun hingga batang," terangnya prihatin.

Sementara itu Babinsa Desa Mugomulyo Kecamatan Sungai Batang Serda M. Juvri membenarkan jajaran Kodim 0314/Inhil khususnya para anggota Babinsa yang berada di daerah-daerah yang ada persawahan terjun langsung untuk pemberantasan hama yang membuat khuatir para petani tersebut.

"Beberapa areal persawahan petani khususnya tanaman padi di Kecamatan Sungai Batang saat ini diserang hama keong jenis Siput Murbei," kata Babinsa Serda M. Juvri.

Apalagi sebut dia perkembangan populasi keong dengan cara bertelur sangat cepat.

Keong yang berada di batang ini jika dibiarkan dalam tempo satu malam saja telur langsung menetas dan muncul peranakan yang jumlah nya luar biasa.

"Kami beserta TNI lainnya ikut terjun ke sawah untuk membantu petani setempat memberantas hama keong," tutur dia lagi.

Pada penyerbuan kali ini langsung dikomandoi dirinya dan berhasil mengumpulkan keong hampir 10 karung goni, Babinsa juga berpesan semua harus lebih aktif lagi untuk memerangi keong agar panen padi petani nantinya tidak gagal alias memuaskan.