Antisipasi Musim Kemarau Bulan Mei, sosialisasikan gema antisipasi kebakaran lingkungan," 

Pekanbaru (Antarariau.com) - Satuan "/>

Antisipasi Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Satgas Karhutla Riau

Antisipasi Musim Kemarau Bulan Mei, sosialisasikan gema antisipasi kebakaran lingkungan," 

Pekanbaru (Antarariau.com) - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan oleh Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika akan terjadi mulai Bulan Mei.

"Mei masuk musim kemarau sampai Juni dan Juli, kita sosialisasikan gema antisipasi kebakaran lingkungan," kata Komandan Satgas Karhutla Riau, Brigjend TNI Abdul Karim saat temu ramah dengan wartawan di Pekanbaru, Selasa.

Dia yang juga Komandan Resor Militer 031/Wirabima menyampaikan sejak siaga darurat Januari lalu, pihaknya tetap melakukan patroli. Hal ini untuk menciptakan wilayah Riau tetap kondusif.

Untuk antisipasi kedepannya, dia akan menerapkan pola baru dengan masing-masing komandan daerah militer memiliki data lahan bekas kebakaran. Karena meski Riau bebas asap tahun 2016 sampai 2017 ini, kenyataannya masih ada terjadi kebakaran lahan.

"Satgas akan menerapkan pola masing-masing kodim harus punya data siapa pengolah lahan bekas terbakar. Karena kemungkinan orang itu yang membakar, tidak mungkin api muncul begitu saja," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa pengolah itu bisa ada kemungkinan bagian dari yang membakar itu. Lalu kemudian akan dihadapkan dengan proses hukum. Namun itu menurutnya baru sekedar pendapatnya pribadi.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya data siapa pengolah lahan terbakar, masyarakat juga bisa diberitahu. Sehingga masyarakat sekitar lahan tersebut bisa mencegah siapa yang akan masuk hutan.

"Orang kampung dan masyarakat harus tahu lalu bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional untuk mencegah orang mengelola lahan. Daripada biaya besar untuk memadamkan terus," lanjutnya.

Sebelumnya dalam kesempatan itu, Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin menyampaikan bahwa Riau akan memasuki musim kemarau pada Bulan Mei. Terlebih lagi angin akan bertiup dari utara ke Selatan.

"Ini dampaknya juga bisa Riau akan berasap meski tidak terbakar jika Sunatera Selatan dan Jambi kebakaran. Karena Riau berada di khatulistiwa angin akan berbelok pelan sehingga ibarat membelokkan kendaraan, maka berpotensi asap berkumpul lalu bisa mengarah ke negara tetangga," ucapnya.