Pengrajin Tenun Lejo Akui Kesulitan Pasarkan Hasil Karya

Bengkalis (Antarariau.com)- Sejumlah pelaku usaha kain songket tenun lejo, yang berasal dari Desa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, mengaku kesulitan memasarkan hasil tenun mereka.

"Kain songket tenun lejo dari Bukit Batu ini memang sudah dikenal orang dan memilki corak serta motif yang beragam, tetapi kami masih terkendala dengan pemasaran dan hanya mempromosikan lewat sosial media," kata salah seorang pemilik gerai tenun lejo di Bukit Batu, Halimah di Bengkalis, Selasa.

Dia mengatakan, hingga saat ini belum bisa bersaing dengan sejumlah hasil tenunan kain songket dari daerah lain, karena lemahnya pemasaran hasil dari kerajinan tersebut.

"Kami berharap ada investor yang bisa membantu memasarkan hasil tenunan kain songket ini," kata dia lagi.

Untuk harga sebuah kain songket tenun lejo harganya bervariasi, dari harga Rp 350 ribu hingga Rp1 juta lebih, dan harga tergantung motif dan corak kain yang beragam.

"Untuk pemesan kain songket khusus pengantin lebih mahal lagi mencapai harga Rp 4 juta hingga Rp5 juta," kata dia.

Dijelaskannya, pelaku usaha di daerah itu hanya kesulitan memasarkan hasil mereka, sedangkan bahan baku pembuatan kain songket disediakan oleh pihak PT Sakato Pratama Makmur (SPM) dan juga ada bantuan peralatan tenun dari Pemerintah daerah.

"Untuk bahan baku seperti benang emas tidak ada kendala dan baru dikerjakan apa bila ada pesanan dan untuk satu kain songket dikerjakan dalam waktu 4 hari, usaha ini belum bisa diproduksi secara besar dan masih sambilan," kata Halimah.