Masa Tugas Helikopter KLHK Di Riau Berakhir

Pekanbaru (Antarariau.com) - Helikopter Bell 412 PK-TVW bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang beroperasi untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sejak Januari 2017, kini telah berakhir.
         
"Rabu (19/4) sore kemarin helikopter telah diterbangkan ke Jakarta via Palembang," kata Sekretaris Manggala Agni Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Ihsan Abdillah, di Pekanbaru, Kamis.
         
Ia menjelaskan helikopter yang mulai beroperasi sejak 17 Januari 2017 lalu tersebut telah menghabiskan 100 jam terbang atau 92 hari operasi di Riau.
         
Selain digunakan untuk patroli rutin, helikopter tersebut juga terlibat operasi pengeboman air.
         
Selama beroperasi di Riau, Ihsan yang juga penanggung jawab operasional helikopter tersebut mengatakan Bell 412 telah melakukan pengeboman air dengan 48.000 liter air ditumpahkan untuk memadamkan kebakaran.
         
"Keberadaan helikopter ini sangat membantu satuan tugas menekan angka kebakaran di Riau selama awal tahun ini," ujarnya pula.
         
Menurut dia, operasi yang cukup menyita jam terbang helikopter produksi Bell Helicopter Textron, Amerika Serikat adalah saat melakukan patroli dan pengeboman air di titik karhutla di Rokan Hilir, Februari 2017 lalu.
         
"Dari catatan kami, kebakaran di sana saat itu paling parah," ujarnya lagi.
         
Bell 412 merupakan satu-satunya helikopter yang diperbantukan ke Riau untk mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, usai pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat penanggulangan karhutla akhir Januari 2017 lalu.
         
Setelah ditarik helikopter itu, ia mengatakan KLHK mengupayakan akan kembali mengirim helikopter yang sama pada akhir Mei mendatang.
         
"Sesuai prediksi BMKG, Riau akan memasuki musim kemarau pada Mei mendatang. KLHK akan berupaya mengirim heli jenis yang sama saat kemarau tiba," ujarnya pula.