Angkasa Pura II

LPA Riau Sinyalir Banyak Anak Bergizi Buruk Di Pinggiran Pekanbaru

Pekanbaru (Antarariau.com) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Riau, Ester mensinyalir daerah pinggiran Kota Pekanbaru masih "menyimpan" anak dan bayi dalam kondisi gizi buruk.

"Masih ada anak gizi buruk yang belum terlihat ini akan kita cari kembali jangan sampai menyebabkan dampak lebih parah," kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Riau Ester kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Ester ini terbukti dari baru-baru ini pihaknya menemukan seorang bayi berusia 2,5 tahun asal Limbungan Rumbai Pekanbaru menderita gizi buruk karena jauh dan kemiskinan orangtua. Kini bayi tersebut sudah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad.

Ester mengemukakan 2016 pihaknya mendapati ada enam anak gizi buruk.

2017 ini sudah didapat lagi satu balita menderita gizi buruk.

Artinya sebut dia tidak tertutup kemungkinan bayi dengan status sama kini masih ada di Pekanbaru. khusus daerah pinggiran yang kini memang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan dan fasilitas pengetahuan gizi bagi orangtua.

Ester menilai selain karena jauh dari jangkauan juga masih banyak para penduduk miskin dan kurang mampu sengaja hidup dan bermukim di pinggiran.

"Mereka tidak ada akses, miskin dan kadang malu melaporkan kondisi anaknya," kata Ester.

Walau sebut Ester Diskes melalui puskesmas sudah berupaya dan maksimal dalam pelayanan. Akan tetapi masih terfokus pada kawasan kota belum ke pinggiran.

"Sebenarnya layanan Puskesmas sudah bagus hanya bagi daerah pinggiran harusnya ada upaya jemput bola karena jarak jauh," tambahnya.

Dia menambah Diskes juga kurang pemetaan kawasan pinggiran. Sementara fasilitas ada, karena tidak melihat sehingga tidak tahu berapa yang dibutuhkan.

"Persiapan cukup tetapi tidak menjangkau pinggiran," tegasnya.

Ia menambahkan berdasarkan data LPA daerah pinggir rawan gizi buruk tepian Sungai Siak, Limbungan Kulim dan Simpang Tiga.

Karena itu upaya LPA kedepan akan jemput bola melalui kader posyandu, dan tim gabungan anak gizi buruk di pelosok.

"Kami akan ajak dan masuk ke pelosok untuk selalu menjangkau jika ada anak gizi buruk. Juga meminta masyarakat melaporkan dan RT/RW," tambahnya.


loading...