Tujuh Dari 14 Kecamatan Di Siak Rawan Karhutla

Siak (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menyatakan tujuh dari 14 kecamatan di wilayah tersebut termasuk dalam zona rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Tujuh kecamatan yang meliputi 64 kampung atau desa di Siak merupakan daerah rawan karhutla," kata Wakil Bupati Siak Alfredi kepada Antara di Siak, Selasa.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak mulai melakukan penambahan sekat kanal yang saat ini berjumlah sebanyak 240 unit yang tersebar di seluruh Kota Istana itu.

Selain penambahan sekat kanal, Pemerintah juga turut mengkaji pembangunan embung-embung penyimpan air yang kini berjumlah 90 unit lebih.

Menurut dia, keberadaan ratusan sekat kanal dan embung yang dibangun oleh pemerintah bersama dengan masyarakat serta aparat TNI dan Polri tersebut terbukti cukup berhasil menekan angka Karhutla.

Ia menjabarkan, pada tahun 2014 luas Karhutla di Siak mencapai 19.000 hektare. Pada tahun yang sama, pembangunan sekat kanal dan embung mulai dilangsungkan.

"Kemudian pada 2015, luas kebakaran masih cukup tinggi mencapai 12.000 hektare. Baru pada 2016, luas kebakaran berhasil ditekan sekitar 85 persen menjadi 1.400 hektare," urainya.

Tahun ini, ia menjelaskan Pemerintah bersama masyarakat, TNI, Polri serta swasta sedang melakukan kajian untuk menambah pembangunan sekat kanal dan embung.

"Jumlahnya tentu sesuai hasil kajian dan sesuai kebutuhan. Kami juga sudah menyampaikan ke Pemerintah Provinsi Riau untuk penambahan sekat kanal baru," tuturnya.

Selasa ini Badan Restorasi Gambut yang dipimpin langsung oleh Nazir Foead bersama dengan Global Peatland Initiative (GPI) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak. Dalam kunjungannya, BRG dan GPI yang diwakili sekitar 20 pegiat lingkungan dari berbagai negara mempelajari pengelolaan gambut di Siak.


loading...