Sinarmas

Pastikan Ketersediaan Sembako, Pemko Dumai Tingkatkan Koordinasi Dengan Pelaku Usaha

Dumai, Riau (Antarariau.com) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Provinsi Riau meningkatkan koordinasi ke pelaku usaha agar persediaan bahan pangan masyarakat aman dalam rangka persiapan menyambut Ramadan 1438 Hijriah.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai Hadiyono, di Dumai, Jumat, mengatakan koordinasi juga untuk memastikan jalur distribusi lancar, karena sejumlah bahan pokok pangan sejauh ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena produksi lokal tidak mencukupi.

"Bahkan ada beberapa komoditi tidak ada pasokan lokal seperti gula pasir, minyak goreng curah, bawang merah, telur ayam dan ikan segar, sehingga kita harus mengandalkan suplay luar daerah," kata Hadiono.

Data DKPP mencatat sejumlah pasokan bahan pangan tidak mencukupi kebutuhan misalnya, persedian daging ayam hanya 958 ton, sedangkan yang dibutuhkan mencapai 1.228 ton.

Selanjutnya, kebutuhan beras masyarakat mencapai 27.470 ton, namun hanya tersedia sekitar 3.811 ton atau 13 persen pemenuhan, dan sisanya terpaksa dipasok sebesar 23.659 ton dari luar daerah.

Hal sama juga terjadi pada cabe merah kriting dengan ketersediaan hanya 405 ton dari kebutuhan mencapai 486 ton, atau kekurangan sekitar 81 ton, kemudian, pasokan daging sapi 20,5 ton tidak mencukupi kebutuhan 486 ton.

"Ditambah beberapa komoditi tidak ada produksi lokal, namun tingkat kebutuhan sangat tinggi berkisar antara ratusan hingga ribuan ton, sehingga pemerintah memasok dari luar kota," sebut Hadiono.

DKPP Dumai juga berkoordinasi jika persediaan bahan pangan di pasaran terjadi kelangkaan dengan bersiap mengadakan operasi pasar dalam rangka menjaga kestabilan harga dan memastikan stok aman.

"Kami berharap instansi terkait melakukan pengawasan distribusi dan aktifitas penimbunan serta peredaran produk impor dan kadaluarsa," ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Dumai Zulkarnaen menyebut jelang ramadhan meningkatkan pengawasan persediaan bahan pangan, dan mengimbau pelaku usaha untuk tidak menimbun dan menaikkan sepihak harga pasar.

Disdag juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi bahan pangan dan akan menindak spekulan menimbun barang karena dapat menimbulkan kelangkaan di pasar.

"Agar pasokan bahan pangan aman selama puasa hingga idul fitri, kita berkoordinasi dengan pihak terkait, pelaku usaha dan distributor agar menjaga kestabilan harga dan persediaan di pasar," kata Zulkarnaen kepada wartawan.