Bupati Kuansing Geram Dengan Aksi Penambangan Emas Ilegal

id bupati kuansing, geram dengan, aksi penambangan, emas ilegal

Bupati Kuansing Geram Dengan Aksi Penambangan Emas Ilegal

Kuantan Singingi (Antarariau.com) - Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Mursini mengimbau pemilik dan pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh wilayah Kuansing agar menghentikan aktivitas demi masa depan generasi muda dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan.

"Saya meminta semua pihak membantu proses penghentian tersebut," kata Bupati Kuantan Singingi Mursini di Teluk Kuantan, Rabu.

Bupati mengatakan, selama ini upaya untuk menghentikan aktivitas penambang tanpa izin sudak optimal, namun terlihat masih ada yang berani beroperasi, karena itu sekali lagi dihimbau agar semua pihak taat hukum karena bahaya penambangan yang memakai air raksa (mercury) sangat tinggi bagi kelangsungan hidup.

Seluruh masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi aktip untuk menyelamatkan lingkungan dari berbagai ancaman kerusakan, selian itu PETI dapat mengganggu Kuansing dalam memperoleh penghargaan Adipura.

"Ini untuk masa depan Kuansing," sebutnya.

Bupati saat Safari Ramadhan Pemkab Kuansing di Masjid Mukhlisin Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya menyampaikan hal tersebut dengan berapi - api, karna dampak usaha ilegal tersebut mengancam keselamatan.

Dikatakan Bupati, dalam lingkungan perairan, mercury anorganik dikonversi oleh mikroorganisme menjadi metil mercury yang sangat beracun dan sangat mudah terserap ke dalam jaringan, berkitar 90% kandungan mercury dalam ikan berupa metil mercury.

" Selanjutnya dapat dikemukakan bahwa sekitar 95% metil mercury yang masuk ke dalam tubuh diserap oleh usus yang sebagian besar tertahan dalam jaringan tubuh," ujarnya.

Ditambahkan Bupati, sistem syaraf pusat merupakan target organ dari toksisitas metil mercury tersebut, sehingga gejala yang terlihat erat hubungannya dengan kerusakan sistem syaraf pusat.

" Gejala yang timbul adalah gangguan syaraf sensori yakni paraesthesia, kepekaan menurun dan sulit menggerakkan jari tangan dan kaki, penglihatan menyempit, daya pendengaran menurun, serta rasa nyeri pada lengan dan paha," terang Bupati.