Potensi Hujan Menurun, BMKG Waspadai Karhutla Riau

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi curah hujan diperkirakan menurun di Provinsi Riau, sehingga daerah itu rawan terbakar.

"Riau akan memasuki musim kemarau. Jadi peluang hujan hampir tidak ada," papar Kepala Sekdi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Kamis.

Pihaknya mencatat, peluang hujan di provinsi tersebut sudah mulai berkurang seiring memasuki musim kemarau kering.

Bahkan, kata dia, hujan yang turun pada wilayah pesisir diprediksi cuma bersifat lokal dan tidak merata, karena terjadi hanya di beberapa kawasan saja.

Meski demikian, BMKG setempat terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan titik panas dan titik api pada 12 kabupaten/kota di Riau.

"Hasil monitoring kita, umumnya cuaca di wilayah Riau adalah cerah berawan. Peluang hujan intensitas ringan dan bersifat lokal," jelasnya lagi.

Ia mengaku, curah hujan intensitas ringan kemungkinan terjadi di daerah peisisr Riau seperti Bengkalis, Siak, Pelalawan dan Kepulauan Meranti.

"Potensi hujan terjadi pada sore, atau malam hari," terang Slamet.

Seperti dilaporkan Kepolisian Daerah (Polda) Riau, sekitar satu hektare lahan gambut di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

"Jenis lahan yang terbakar itu kawasan gambut ditumbuhi semak ilalang. Luas lebih kurang satu Ha," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo.

Lokasi persisnya di Jalan Bendungan Ujung pada koordinat N= 02422.446", E = 101 27 43.9992". Meski begitu, pelaku pembakaran dan pemilik lahan masih dalam penyelidikan.

Awalnya pada Rabu (21/6), didapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran lahan di lahan kaplingan itu. Setelah itu, personil Kepolisian Sektor Siak Hulu sebanyak enam orang dipimpin oleh Kapolsek Kompol Vera Taurensa datang.

"Setelah mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa Polsek mengupayakan pemadaman di lokasi, dengan peralatan seadanya api dipadamkan secara manual," ucap Guntur.

Pemerintah Provinsi Riau telah memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017, setelah berakhir pada 30 April tahun ini.