Jelang Kunjungan Jokowi, Pemko Pekanbaru Mulai Tertibkan Anak Jalanan

Pekanbaru (Antararisu.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau akan menertibkan anak-anak jalanan baik itu gelandangan, loper koran maupun punk jelang peringatan Hari Anak Nasional 2017 dan dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, maka Satpol PP Pekanbaru dan instansi terkait akan menertibkan anak jalanan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru, Zulfahmi Adrian di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan operasi penertiban akan dimulai pada Senin pekan depan dengan menyasar anak-anak jalanan yang kerap berada di "Traffic Light" kota Bertuah tersebut.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di ibu kota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. Sebanyak 3.500 peserta diprediksi bakal meramaikan kegiatan yang akan berlangsung pada Minggu, 23 Juli mendatang.

Dengan adanya kegiatan akbar itu, maka Pemko Pekanbaru sebagai tuan rumah diminta menyiapkan diri sedini mungkin. Termasuk mengatasi hal-hal teknis seperti keberadaan anak jalanan yang kerap berseliweran di pinggiran jalan.

Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin dalam keterangannya medio pekan ini menyampaikan terdapat tiga agenda besar bakal digelar pada HAN 2017. Diantaranya adalah pertemuan Forum Anak Nasional, penganugerahan daerah layak anak, serta acara puncak peringatan HAN 2017.

"Diharapkan Presiden hadir dalam kegiatan puncak tersebut," ujarnya.

Selain Presiden, dalam rangkaian kegiatan HAN juga akan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI, Yohana Yembise serta Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia.

Dilain sisi, sejumlah masyarakat mengkritisi sikap Pemerintah Kota Pekanbaru yang baru akan bertindak menertibkan anak-anak jalanan jelang kedatangan Presiden.

Syaiful, salah seorang pegawai swasta di Pekanbaru menilai seharusnya pemerintah Pekanbaru setiap saat menertibkan anak-anak dari eksploitasi atau bertindak di luar norma.

"Jangan jelang kedatangan tamu penting baru ditertibkan. Seharusnya setiap saat. Bukankah mereka yang kurang beruntung itu tanggung jawab negara," tuturnya.