BMKG Pekanbaru Masih Mendeteksi Satu Titik Panas Di Riau

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Selasa mendeteksi satu titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan, turun drastis dibanding jumlah titik panas sehari sebelumnya.

"Hari ini satu titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen terpantau di Kabupaten Kampar," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno.

Ia menyebutkan titik panas tersebut berada di Kecamatan XIII Koto Kampar, dengan tingkat "confidence" 61 persen.

Keberadaan titik panas di Riau menurun drastis dibanding Senin (7/8) kemarin. Berdasarkan pencitraan Satelit Terra dan Aqua, terpantau sebanyak 12 titik panas pada Senin yang menyebar di empat kabupaten di Riau.

Mayoritas titik panas berada di Kabupaten Rokan Hilir dengan tujuh titik. Selanjutnya titik panas turut terpantau di Bengkalis dua titik, Kampar dua titik serta Pelalawan satu titik.

Ia menilai upaya pemadaman dengan mengerahkan empat helikopter berhasil menekan sebaran titik panas di lokasi tersebut.

Dia juga mengatakan keberadaan titik panas akan semakin berkurang menyusul prediksi hujan yang terjadi di sebagian wilayah Riau, seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu, Dumai, Bengkalis, Kampar, Meranti, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.

"Hujan diprediksi akan terus meluas hingga ke Kota Pekanbaru," katanya lagi.

Lebih jauh, Kisno mengatakan meski saat ini Provinsi Riau telah masuk musim kemarau, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hujan meski intensitas ringan hingga sedang.

Hujan telah terjadi di Kota Dumai sejak pagi tadi. Sedangkan di Kota Pekanbaru, hujan dengan intensitas sedang mulai terjadi menjelang siang dan hingga kini masih terus berlangsung.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan pihaknya akan terus bekerja keras dalam menanggulangi karhutla.

Edwar yang kini sedang menjalankan ibadah haji mengatakan upaya maksimal yang sedang dijalankan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla Riau akan lebih baik baik diiringi doa.

"Alhamdulillah kalau di Riau hujan. Usaha kami akan lebih maksimal dengan doa, dan saya akan terus berdoa demi kebaikan Riau dalam menanggulangi karhutla," katanya pula.

Pemerintah Provinsi Riau awal tahun ini telah mengambil tindakan cepat dengan menetapkan status siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Status itu telah diperpanjang hingga November 2017 mendatang.

Kini pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membantu Riau dengan mengerahkan lima pesawat helikopter pengebom air jenis Sikorsky, MI-171 dan MI-172. Helikopter itu menjadi andalan Pemerintah Provinsi Riau yang tergabung dalam Satgas Karhutla dalam menanggulangi titik-titik api.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, total luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Juli 2017 mencapai 548,72 hektare. Lahan yang terbakar itu menyebar di sejumlah titik di Provinsi Riau.

Di antara wilayah yang mengalami kebakaran cukup masif sejak awal tahun ini adalah Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Meranti, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir kebakaran berkisar dua hingga puluhan hektare terjadi di wilayah pesisir Riau, seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, dan Meranti.