Disebut Lamban Atasi Jembatan Roboh, Ini Tanggapan PUPR Pekanbaru

Pekanbaru (Antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dinilai lamban dan tidak serius dalam membangun kembali jembatan Sungai Sail yang roboh sejak sebulan lalu hingga menyebabkan akses jalan ribuan masyarakat di Kecamatan Bukit Raya terganggu.

"Pemerintah terlihat tidak serius dalam membangun kembali. Coba saja lihat, sampai sekarang tidak ada perkembangan berarti," kata Herman, salah seorang warga Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu.

Padahal, menurut dia, seharusnya perbaikan jembatan tersebut bisa diselesaikan lebih cepat jika Pemko Pekanbaru serius menanganinya.

Saat ini, jembatan yang berlokasi di Jalan Geluhur RT 04/RW 04, Kelurahan Tangkerang Utara masih dalam keadaan rusak berat. Padahal, kerusakan itu telah terjadi sejak sebelum Idul Fitri 1438 Hijriah lalu, dan sempat dibiarkan beberapa lama sebelum akhirnya diperbaiki, meskipun dinilai belum maksimal.

Terpantau hanya empat orang pekerja yang memperbaiki jembatan yang merupakan akses penting bagi ratusan warga untuk menuju ke pusat kota dan penghubung dua kecamatan.

Akibat kondisi tersebut, ia mengatakan ribuan masyarakat yang kerap memanfaatkan jembatan itu harus menggunakan jalur alternatif dan justru memakan waktu setengah jam lamanya.

"Kalau terlalu lama diperbaiki, ini bakal sangat menyulitkan kami. Kami mohon agar instansi terkait segera merespon," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru, Erizal membantah pernyataan warga yang menilai Pemko Pekanbaru tidak serius membangunkan jembatan ambruk itu kembali. Dia beralasan bahwa pembangunan jembatan diatas anak sungai itu memang membutuhkan waktu.

Dirinya juga membantah bahwa pengerjaan hanya dilakukan empat orang, melainkan ada sejumlah pekerja lainnya yang harus merakit besi di lokasi lain.

"Pekerja lainnya berada di lokasi terpisah dan sedang merakit besi untuk jembatan itu. Setelah selesai baru besi- besi dibawa ke lokasi," ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa perakitan besi jembatan tidak bisa serta merta dilakukan di lokasi jembatan roboh, melainkan harus di tempat lain.

Lebih jauh, Erizal menargetkan proses perbaikan jembatan tersebut selesai pada Oktober 2017 mendatang.

"Kami targetkan jembatan rampung dengan waktu satu setengah bulan, artinya pada pertengahan Oktober ini sudah bisa dilalui. Sementara jembatan dalam proses pengerjaan kami meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi," ujarnya lagi.