Daur Ulang Sampah Plastik, Perempuan Ini Beromzet Rp35 Juta/Bulan

Pekanbaru (Antarariau.com) - Usaha mikro berbasis daur ulang sampah plastik di Kota Pekanbaru, Riau, terus berkembang dan bisa meraup omzet hingga Rp35 juta dalam sebulan.

"Omzet usaha sekarang mencapai Rp25 sampai Rp35 juta dalam sebulan. Alhamdulillah jumlahnya meningkat terus," kata Sofia Seven, pengelola usaha daur ulang "Dalang Collection" kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.

Usaha mikro tersebut mulai dirintis Sofia sejak 2006 dirumahnya di Jalan Kulim Kecamatan Sail, Pekanbaru. Unit bisnisnya itu kini bisa memberdayakan sedikitnya 20 tenaga kerja, yang mayoritas kaum ibu dilingkungannya. Mereka bertugas sebagai penyortir sampah hingga pengrajin.    

Berbagai sampah plastik aneka warna mulai dari bungkus sabun deterjen, bungkus kopi, pembungkus makanan dan minuman ada di sana. Limbah plastik itu kemudian dirangkainya dengan apik menjadi sandal, tas, dompet hingga ada kostum karnaval.

"Usaha saya sekarang dapat kepercayaan dari pemerintah sebagai induk bank sampah se-Kota Pekanbaru. Jadi selain memproduksi barang, kami juga memberikan pelatihan," ujarnya.

Karena kebarhasilan di Kota Pekanbaru, pemerintah daerah lainnya mengadopsi bank sampah dan menjadi mitra "Dalang Collection" seperti di Kabupaten Bengkalis, Siak, Rokan Hulu dan Indragiri Hilir.

"Sebenarnya di setiap kabupaten/kota di Riau sudah ada rintisan bank sampah, namun untuk berkembang agak sulit karena ini membutuhkan perubahan pola fikir dari pelakunya sendiri, penggunanya hingga pemerintah daerah, dari yang biasa membuang sampah menjadi pengguna barang daur ulang," kata Sofia.

Menurut dia, keterlibatan sektor swasta dalam penggunaan produk daur ulang akan sangat membantu berkembangnya industri kreatif ini. Kini sudah ada empat bank sampah di Kota Pekanbaru, yang telah bekerja sama dengan "Dalang Collection".

"Kalau semua pedagang ritel besar hingga pasar swalayan menggunakan produk daur ulang, tentunya bisa mengurangi sampah baru dan memberi nilai ekonomi untuk kemajuan bank sampah," kata Sofia yang juga pernah mendapat penghargaan Adipura pada 2013 sebagai pejuang daur ulang.