Kadis Kesehatan Kampar Buka Workshop Pembentukan Forum Multistakeholder

Bangkinang Kota (Antarariau.com) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. M. Haris membuka secara resmi kegiatan  Workshop Pembentukan Forum Multistakeholder Kabupaten Kampar yang ditaja Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatera di Bangkinang Baru Hotel, Kamis (10/8).

"Dinas Kesehatan menyambut baik kegiatan ini dan para peserta diminta mengikuti dengan serius agar tau standar kesehatan itu dan dapat memperhatikan bersama-sama serta memberi masukkan agar bisa punya eksen di tengah masyarakat," ujarnya.

Diakui Harris bahwa organisasi ini masih asing kedengaran ditelinga, maka ini sangat perlu untuk bersosialisasi lagi. 

Sementara itu, Direktur PPSW Sumatera, Endang Sulfiana menjelaskan tentang sejarah dan keberadaan organisasi ini. 
"Wilayah kerja PPSW berada pada dua provinsi, di Aceh telah dibentuk di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Bireuen dan Aceh Timur yang dimulai sejak tahun 2006, Propinsi Riau berada di Kabupaten Rokan Hilir dimulai tahun 1993 yang sebentar lagi dibentuk di Kabupaten Kampar," jelasnya.

Organisasi ini memiliki tujuan pemberdayaan perempuan melalui empat fokus isu yakni ekonomi, kesehatan reproduksi, pendidikan politik dan penyadaran hukum.

"Penyelenggaraan kegiatan workshop ini, tujuan utamanya adalah membangun sinergi semua pihak untuk memberi dukungan pemenuhan hak dan pelayanan kesehatan dan reproduksi perempuan," terangnya.

Tujuan khususnya agar ada arena pertemuan para tokoh/lembaga berpengaruh untuk pendalaman perspektif, pengetahuan dan tukar pikiran mengenai berbagai kasus pemenuhan hak kesehatan perempuan di lapang, membangun arena di tingkat pulau Sumatera untuk mengenali hambatan pemenuhan hak kesehatan perempuan

Selain itu membangun kelompok pendukung yang terdiri dari para tokoh berpengaruh dan yang paham mengenai perjuangan program Pemenuhan hak kesehatan perempuan di semua level dan sector.

Dia katakan bahwa kasus kesehatan yang menimpa kaum perempuan salah satu penyebabnya karena kurangnya pengetahuan perempuan tentang gizi maka berdampak pada kesehatan.

Peran PPSW dalam hal ini mengajak semua stakeholder bekerjasama dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan kapasitas dan peran masing-masing seperti pada kasus penurunan angka kematian ibu dan anak, gizi buruk atau persoalan santing (tinggi badan tidak sesuai umur), "Inilah yang menjadi persoalan bersama terhadap kesehatan masyarakat," kata dia.

PPSW bekerjasama dengan pemerintah Australia yang bekerja di 28 provinsi di Indonesia dengan membangun kerjasama pada tingkat lokal/daerah yakni Konsorsium Permampu, ASPPUK Sumatra, FBCB, tingkat nasional dan internasional dilakukan oleh Asosiasi PPSW. Pada tingkat nasional yakni New Indonesia, Indonesia Beragam, Formasi sedangkan tingkat regional/internasional ASPBAE.

Dalam kegiatan ini PPSW melaksanakan kegiatan selama dua hari Kamis-Jumat (10-11/8) dengan mengundang pembicara dari Kabupaten Kampar, Afridayanti, dari Dinas Kesehatan dan Afrizal Abra, Kepala Kesbangpol 

Peserta workshop terdiri dari unsur pemerintah, kepala sekolah dan guru. BP, OSIS, DPRD/DPD, tokoh agama, pemuka masyarakat dan sejumlah organisasi masyarakat.

Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Kampar, Hj Misrahayati Ali, S.Ag menyampaikan bahwa workshop ini sangat menarik, apalagi bila benar-benar dapat dilaksanakan berdasarkan komitmen bersama untuk mencapai kesejahteraan dan kesehatan yang lebih baik.  

"Permasalahan kesehatan memang faktor penting apalagi menyangkut kesehatan perempuan atau upaya menekan angka kematian ibu dan anak, sebab ujung tombak utuhnya sebuah keluarga dan lahirnya anak yang sehat dari ibu yang sehat dan cerdas," jelasnya.