Gapki Minta Perusahaan Aktif Tanggulangi Kebakaran Lahan Masyarakat

Pekanbaru (Antarariau.com) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia meminta perusahaan yang tergabung dalam asosiasi tersebut untuk berperan lebih aktif membantu pemadaman kebakaran lahan dan hutan hingga ke luar konsesi.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono di Pekanbaru, Jumat, persoalan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) adalah masalah semua pihak. Karena itu, seluruh anggota Gapki perlu berkomitmen untuk habis-habisan (all out) membantu pemerintah untuk mengatasinya.

"Termasuk jika kebakaran lahan itu terjadi di lahan masyarakat, dengan sekuat tenaga kita bantu untuk padamkan," kata Joko Supriyono usai melantik Pengurus Gapki Riau periode 2017-2020 di Pekanbaru.

Pelantikan pengurus Gapki Riau tersebut turut disaksikan oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Menurut Joko Supriyono, sektor perkebunan kelapa sawit selama ini mendapat sorotan setiap terjadi Karhutla, termasuk kebakaran yang terjadi di Provinsi Riau. Ia berkesimpulan, hal itu mungkin terjadi karena anggota Gapki masih kurang berperan aktif.

Karena itu, ia menilai dalam mencegah dan memadamkan terjadinya kebakaran hanya di dalam konsesi perusahaan tidak cukup. 

"Kalau perusahaan membakar lahan saya pastikan tidak mungkin, karena itu melanggar hukum dan konsekuensinya sangat berat. Tetapi jika kena api akibat kebakaran di luar konsesi, perusahaan dianggap lalai dan tetap kena sanksi," ujarnya.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan perusahaan sawit dalam mencegah terjadinya kebakaran harus terus ditingkatkan, apalagi saat memasuki musim kemarau yang lebih rentan memicu kebakaran. Menurut dia, GAPKI telah membentuk 350 desa peduli api di seluruh Indonesia yang merangkul semua komponen mulai dari perusahaan hingga keterlibatan langsung masyarakat. 

Bahkan, ia meminta agar jumlah desa peduli api harus terus ditambah di seluruh Indonesia. Seluruh anggota Gapki juga harus  meningkatkan kerjasama dan koordiansi dengan pemerintah, BNPB, juga aparat TNI/ Polri.

Selain itu, Joko Supriyono juga menegaskan selama dua tahun terakhir tidak ada perusahaan anggota Gapki Riau yang konsesi kebun sawitnya terbakar.

"Alhamdulillah bapak gubernur, tahun 2016 dan 2017 ini belum ada laporan yang masuk bahwa ada konsesi anggota Gapki di Riau yang kena api," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Joko Supriyono juga mengharapkan dukungan dari Gubernur Riau agar makin banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau menjadi anggota Gapki. Saat ini, jumlah anggota Gapki di seluruh Indonesia berjumlah 750 perusahaan dari sekitar 3.000 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman mengatakan Gapki diharapkan bisa merangkul korporasi lain yang belum tergabung dalam asosiasi itu. "Karena ini penting dalam hal memudahkan koordinasi dan penyamaan langkah dan gerak dalam rangka mengantisipasi karhutla," ujar Andi Rachman. 

Dengan tergabung dalam asosiasi, lanjutnya, akan ada sinergitas antara pemerintah dan perusahaan terutama dalam hal menyelaraskan pendanaan pembangunan daerah, misalkan lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). 

"Perusahaan bisa terlibat membangun daerah dengan dana CSR nya. Kalau tergabung dalam asosiasi, tentunya sinergi itu lebih mudah terwujud dan terkoordinir," kata Andi Rachman.