Bhabinkamtibmas Dituntut Untuk Menguasai Lima Fungsi Teknis Kepolisian Sekaligus

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia menyatakan bahwa Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) adalah ujung tombak pencegahan kejahatan dan pembinaan.

"Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak pencegahan kejahatan, seperti kebakaran hutan dan lahan. Bhabinkamtibmas juga mengemban tugas pembinaan dan seorang pemimpin yang kuat harus punya terobosan kreatif," kata Kepala Baharkam Polri, Komjen Putut Eko Bayuseno di Pekanbaru, Jumat.

Oleh karena itu, lanjutnya, Bhabinkamtibmas harus menguasai lima fungsi teknis kepolisian sekaligus. Dianyaranya intel, reserse, shabara, lalu lintas, dan pembinaan masyarakat. Terutama untuk pencegahan konflik sosial kuncinya adalah kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.

"Bahwa Bhabinkamtibmas diwajibkan melakukan sambang pintu ke pintu mengajak masyarakat untuk tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan serta malakukan deteksi dini," ungkapnya.

Hal itu dikatakannya saat kegiatan pemberian penghargaan kepada 22 Personil Bhabinkamtibmas Polda Riau yang berprestasi. Hadir dalam kegiatan itu seluruh Bhabinkamtibmas se-jajaran Polda Riau sebanyak 724 Personil.

Jendral lainnya juga memberi arahan yakni Direktur Bintibmas Baharkam Polri Brigjen Pol Sutarno. Dia mengatakan tugas Bhabinkamtibmas sangat berat di Riau memiliki budaya unik contohnya pada saat musim kemarau akan menghadapi masalah kebakaran lahan dan hutan.

"Bhabinkamtibmas di jajaran dimonitor oleh Mabes Polri, jadi harus mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam pelaksanaan tugas juga harus betul-betul ikhlas," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara bahwa penanganan karhutla menjadi perhatiannya dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas sebagai ujung ujung tombak di lapangan.