Sinarmas

Bulog Jamin Ketersediaan Beras Di Riau Hingga Idul Adha

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Urusan Logistik Divisi Regional Provinsi Riau menyatakan memiliki stok beras mencapai 25.000 ton atau  aman untuk kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha 1438 Hijriyah dan  bahkan lima bulan ke depan.

"Kebutuhan masyarakat aman dan terjamin baik untuk beras keluarga sejahtera (rastra) maupun komersil melalui Bulogmart," kata Kepala Perum Bulog Divre Riau Kepri, Awaluddin Iqbal di Pekanbaru, Jumat.

Sebut Awaluddin pihaknya selalu menjaga kondisi stok terutama beras. Agar selalu tersedia dan harga eceran stabil tidak alami gejolak kenaikan di pasar. Karena beras juga sering sebagai penyumbang inflasi yang besar jika ada kenaikan.

"Saat ini cadangan beras pemerintah ada 25.000 ton di gudang Bulog," ujarnya.

Awaluddin menjelaskan stok itu kini disebar dan disiagakan pada beberapa gudang Bulog yang ada di semua wilayah Riau- Kepri. Tujuannya untuk menjaga pasokan dan permintaan rutin.

Sementara itu tuturnya di luar itu kini Bulog juga ada stok beras untuk kebutuhan komersial yang diperdagangkan oleh Bulogmart pada setiap hari kerja di kantor Jalan Cut Nyadien Pekanbaru.

"Kini jumlah beras komersial mencapai 200 ton di Bulog," ujarnya.

Menurut dia lagi Bulog memang ditugasin pemerintah menjaga stok  beberapa komoditas penting selain beras, gula pasir, minyak goreng, daging beku, bahkan hingga bawang dan cabai merah.

Awaluddin juga bercerita terkait stok gula kini di miliki Bulog jumlahnya mencapai 2.500 ton dengan rincian ada di gudang Jatirejo atau gudang sewaan sebanyak  1.000 ton dan 1.500 ton di Pekanbaru.

"Sementara untuk harga relatif stabil Rp 12.500 sampai Rp13.000/kg," tambahnya.

Ia menyatakan jenis gula yang dipasarkan oleh Bulog masih sesuai selera pasar.

Pantauan Antara di beberapa pasar tradisional Pekanbaru harga beberapa jenis beras mulai dari kualitas medium hingga super relatif stabil tidak ada kenaikan.

Misalkan jenis beras kualitas medium dengan merek Topi Koki dan Belida asal Palembang di ecer Rp10.000 sampai Rp11.000/kg.

Bahkan beras produksi provinsi tetangga asal Sumbar dengan jenis Anak Daro kini banyak diperdagangkan di Pekanbaru dengan harga sekitar Rp12.000/kg.

Tidak jarang pedagang beras yang terkenal berderai ini bermunculan di tepi jalan protokoler  dengan mengandalkan mobil sebagai media lapak berdagangnya.