CJH Asal Bengkalis Dan Kuansing Mulai Bergerak Ke Mekah

Pekanbaru (Antarariau.com) - Sebanyak 192 calon haji asal Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dijadwalkan Sabtu waktu Arab Saudi berangkat menuju Mekah setelah selesai beribadah di Madinah.

"Berdasarkan informasi dari Lukman, seorang Ketua Rombongan Kloter 5 Embarkasi Batam, jamaah calon haji berangkat dari Medinah ke Mekah setelah Shalat Zuhur dan singgah lebih dahulu di Masjid Nabawi," kata Humas Kanwil Kemenag Riau Mudalifah di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut Musdalifah, jamaah calon haji (JCH) Kloter 5 Batam terdiri atas  calon haji Kabupaten Bengkalis berasal dari Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak kecil, Rupat dan Kecamatan Pinggir.

Selain itu, JCH  berasal dari Kabupaten Kuansing dan seluruhnya berada dalam kondisi sehat. Meskipun cuaca di Madinah cukup panas berkisar dari 40-46 derajat celcius namun tidak menyurutkan semangat JCH untuk melaksanakan ibadah.

"Sebanyak 192 kloter 5 itu selama di Kota Madinah selain melaksanakan ibadah Arbain juga ke Masjid Kuba, Majid Kiblatain, Masjid Abubakar, Bukit Uhud dan tempat-tempat lainnya," katanya.

Ia mengatakan, kendati sebagian dari JCH mengalami mimisan dan batuk akibat perubahan cuaca yang sangat ekstrem, namun demikian mereka tetap semangat untuk melaksanakan ibadah.

Selanjutnya, JCH Kloter 5 Batam ini setibanya di Kota Mekah akan mengambil tempat penginapan di Jarwal.

Sebanyak  192 JCH Kloter 5 tersebut merupakan bagian dari 5.048 JCH yang diberangkatkan berasal dari kloter 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10. Untuk gelombang pertama dan gelombang kedua sebanyak empat kloter lagi, yakni kloter 16, 17, 18 dan 26.

Total JCH Riau berdasarkan data final pemberangkatan sebanyak 5.048 orang atau berkurang sebanyak 16 orang dari sebelumnya  5.064 orang. Belasan orang lainnya tidak jadi berangkat dan meninggal.

Sedangkan pada setiap kloter didampingi oleh petugas haji sebanyak lima orang, terdiri atas seorang ketua, seorang pendamping ibadah, seorang dokter umum dan dua perawat. Sementara itu JCH yang siap diberangkatkan didominasi oleh warga yang menjalani daftar tunggu sejak tahun 2010.