Bupati Kampar Akan Jadikan Bendungan Sungai Paku Sebagai Icon Wisata

Kampar Kiri (Antarariau.com) - Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto,SH beserta rombongan melakukan peninjauan ke beberapa titik objek wisata yang berada di Kampar Kiri.

Dimana sasaran pertama kunjungan orang nomor satu di Kampar tersebut adalah objek wisata Bendungan Danau Sungai Paku Kecamatan Kampr Kiri, pada selasa (22/8).

Dalam peninjauan tersebut Azis Zaenal mengitruksikan kepada OPT terkait, kades seta tokoh masayarakt Sungai Paku agar secepatnya Danau Bendungan Sei Paku tersebut segera direnovasi sebaik mungkin, agar kedepan Bendungan Subgai Paku bisa menjadi Icon Wisata Kampar Kiri. 

Makanya kedepan untuk akses kelokasi tahun ini, Azis Zaenal melalui Dinas PU PR Kampar mengatakan akan segera mengaspal jalan tersebut sepanjang 1 KM, kemudian untuk sepanjang 1,5 KM  lagi insyaallh tahun 2018 akan diselesaikan.

"Hal ini dilakukan karena mengingat industri bidang pariwisata juga menjadi prioritas pemda kampar mengingat Pemprov Riau akan menjaidkan Kampar sebagai Destinasi Wisata Riau. Khusus dalam perbaian dibendungan sei paku, Azis juga minta semua kedai-kedai yang ada di atas bendungan segera dirapikan dengan baik, bentuk bunga law, buat mushola, jalan diatas bendungan di Vaping Blok serta buat perahu-perahu itik untuk bermain, Kampar punya potensi wisata yang luar biasa," Terang Azis.

Selanjutanya Bupati Kampar dan rombongan menuju Lahan pertanian sawah yang sebelumnya dikenal dengan penghasil bawang merah Sei Geringging, di lokasi Azis Zaenal mengintruksikan kepada Kadis Pertanian, Kades serta UPTD Pertanian untuk menghidupkan kembali lahan tersebut dengan pertanian apa yang dinginkan masyarakat. Jagan dibuat pertanian yang tidak diinginkan masyarakat.

Pagi menjelang siang tersebut, Azis Zaenal dan Catur Sugeng juga meninjau Tugu Kaptulistiwa dan Gerbong Kereta Api yang berada di Desa Lipat Kain Selatan. Arahan Azis Zaenal Gerbong tetsebut disedikit direnovsi dan di letakkan di Tugu Kaptulistiwa untuk dijadikan museum peninggalan penjajahan belanda. (RLS)