Tembilahan (Antarariau.com) - Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan membuka Festival Kelapa Internasional (FKI) Tahun 2017 di hadapan lebih dari "/>

Akhirnya Festival Kelapa Internasional Resmi Digelar Di Inhil

Tembilahan (Antarariau.com) - Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan membuka Festival Kelapa Internasional (FKI) Tahun 2017 di hadapan lebih dari 20.000 pengunjung di Lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Sabtu.

        

Pembukaan Festival Kelapa Internasional 2017 itu bersamaan dengan peringatan Hari Kelapa Dunia yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau Arsydajuliandi Rachman.

        

Antusiame masyarakat terlihat dari jumlah mereka yang datang berbondong-bondong mengunjungi lokasi pembukaan, tidak hanya untuk semata-mata hadir menyaksikan pembukaan acara, namun untuk turut berpartisipasi dalam upaya pemecahan rekor MURI kategori minum air kelapa terbanyak.

        

Indikasi yang menguatkan kehadiran lebih dari 20.000 orang ini ditunjukkan dengan jumlah kelapa yang disediakan oleh panitia untuk memecahkan rekor MURI kategori minum air kelapa terbanyak.

        

Semula, Panitia penyelenggara Festival Kelapa Imternasional 2017 hanya menyediakan 10.000 butir kelapa sesuai dengan rencana awal. Namun, ternyata setelah 10.000 butir kelapa tersebut dibagikan kepada masyarakat untuk diminum, masih banyak warga lainnya yang mengaku belum memperoleh kelapa.

        

Indikasi lain juga ditunjukan dari pembagian majalah yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistika Kabupaten Inhil dengan jumlah 20.000 eksemplar yang seketika itu juga ludes dibagikan.

        

Pada awal kegiatan pembukaan, para tamu undangan yang terdiri dari para delegasi dalam dan luar negeri serta segenap masyarakat Kabupaten Inhil disuguhi berbagai aksi atraktif Sanggar Tari Citra Sebati yang menampilkan tarian kolosal bertajuk kelapa.

        

Selain itu, Bengkel Kreasi Production juga turut ambil andil menghibur para tamu undangan dengan penampilan teatrikal.

        

Dalam pidatonya, Muhammad Wardan mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan APCC menjadikan Kabupaten Inhil sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional 2017 yang bersamaan dengan peringatan Hari Kelapa Dunia.

        

Menurutnya, perkebunan Kelapa, terutama perkebunan kelapa yang berada di Kabupaten Inhil, sudah sepatutnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

        

"Perhatian yang dapat diberikan oleh Pemerintah Pusat ialah perhatian terkait peremajaan kebun kelapa rakyat dan pengembangan industri pengolahan berbasis kelapa," ujar Bupati Wardan.

        

Penggalakan industri pengolahan berbasis kelapa, dikatakan Wardan menjadi sangat realistis, seiring dengan meningkatnya kebutuhan kelapa, baik dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional bahkan internasional.

        

"Dengan semangat kerja sama dan bekerja bersama-sama, melalui beberapa target yang dicanangkan ini akan menjadikan kelapa sebagai komoditas dunia yang mampu mengentaskan kemiskinan" ucapnya.

        

Dalam segmen pembukaan Festival Kelapa Internasional Tahun 2017, disajikan berbagai tampilan atraktif dan inovatif yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Inhil.

        

"Sebagai suatu rangkaian dalam Festival Kelapa Internasional, para delegasi dan masyarakat Kabupaten Inhil akan disuguhkan dengan sajian 500 jenis kuliner berbahan baku kelapa sebagai sebuah refleksi begitu banyaknya manfaat kelapa untuk dijadikan bahan dalam komposisi masakan," tuturnya.

        

Dengan berbagai manfaat dari kelapa ini, Wardan berharap, hal tersebut akan dapat menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modal dalam bidang perkelapaan di Kabupaten Inhil. (ADV)