Senyum Petani Itu Diwadahi Pertamina

Dumai (Antarariau.com) - Petani yang tergabung dalam kelompok Tani (Poktan) Bukit Mekar di Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Dumai, Provinsi Riau tidak perlu was-was lagi dalam memanfaatkan lahan Pertamina seluas delapan hektare. Mereka kini bahkan bisa tersenyum dengan kepedulian BUMN itu membolehkan menggarap lahan sekaligus menyediakan tenaga penyuluh dan pendampingan dari Universitas Sebelas Maret Solo, Jawa Tengah.

Mata mereka bakal berbinar-binar terbayang hasil panen tanaman holtikulutura yang berlimpah berkat sentuhan tenaga ahli dalam pemanfaatan budidaya pertanian, bibit yang bagus, pengolahan yang benar serta penggunaan pupuk sesuai kebutuhan.

"Kami sangat berbesar hati atas kepedulian Pertamina RU II Dumai dengan mengizinkan penggunaan lahan, ditambah lagi bantuan tenaga ahli. Tentunya petani berharap hasil panen bisa meningkat serta berdampak pada perbaikan ekonomi keluarga," kata Nasib, Ketua Poktan Bukit Mekar.

Petani menggunakan lahan tersebut untuk bercocok tanam pertanian hortikultura, seperti cabai merah dan hijau, jagung manis, kacang panjang, pare, ambas dan mentimun serta lainnya.

Diakui dia, sejauh ini Pertamina RU II terus mendukung kegiatan pertanian warga setempat dengan pembinaan dan bantuan bibit serta peralatan, sehingga hasil panen cukup memuaskan dengan bertahap menerapkan pola pertanian modern.

"Kami sangat terbantu dengan dukungan Pertamina karena selain bisa mengelola lahan perusahaan, kita diberi juga pembinaan dan bantuan bibit atau alat pertanian, sehingga kegiatan bercocok tanam hortikultura dapat terus dilakukan," kata Nasib sembari menjelaskan potensi pertanian yang sangat diminati petani di lahan itu, berupa cabai merah dan jagung manis, karena selain masa tanam singkat hanya empat bulan dan murah dalam perawatan, juga mudah dalam pemasaran.

Setiap kali panen cabai merah, diakuinya, petani Bukit Mekar tidak pernah kesulitan untuk memasarkan, karena bisa langsung mengecer ke pedagang pasar tradisional di Dumai dengan harga bersaing dan sesuai pasaran. "Alhamdulillah untuk pemasaran kita tidak khawatir karena bisa langsung diecer ke pedagang, dan produksi cabai merah kita tidak kalah saing dibanding daerah lain, sehingga setiap kali panen petani mendapat untung," jelasnya.

Dia juga menilai sumbangsih Pertamina dalam mendukung pertanian masyarakat tanpa pamrih, karena dalam pengelolaan lahan kosong ini petani tidak dipungut biaya, malah diberikan bantuan bibit, alat pertanian hingga penyuluhan dan pendampingan tenaga profesional.

Hal senada disampaikan Samuji (70) yang telah memanfaatkan lahan kosong Pertamina lebih kurang 20 tahun tersebut, dan berkat ketekunan memproduksi pertanian, dia telah berhasil mengantarkan empat anaknya meniti karir pekerjaan di pemerintahan.

Petani yang lebih fokus bercocok tanam jagung manis ini juga mendapat kemudahan sama dari Pertamina, sehingga dia sangat menjaga lahan dan memanfaatkan aset perusahaan itu dengan baik untuk kepentingan pertanian. "Kapan saja diminta Pertamina untuk meninggalkan lahan ini saya siap, karena tidak terhitung kebaikan sudah kita terima dan alhamdulillah berkat pertanian ini empat anak saya telah selesai kuliah dan bekerja di pemerintahan," ungkap sambil berharap Pertamina RU II Dumai tetap peduli dan memperhatikan nasib petani dengan bantuan yang langsung disalurkan ke tangan petani.

Pejabat sementara Kepala Humas Pertamina RU II Rika Gresia mengatakan, kerjasama dengan fasilitator pertanian dari UNS ini untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani yang bercocok tanam di lahan kosong perusahaan agar dapat terkelola baik dan bermanfaat bagi ekonomi keluarga. Pengelolaan lahan sebagian besar dimanfaatkan untuk pertanian hortikultura atau tanaman jangka pendek oleh petani tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Bukit Mekar di Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan ini sekaligus upaya menjaga aset perusahaan agar tidak diklaim pihak lain.

"Kita ingin petani setempat dapat meningkatkan perekonomian mereka dengan memanfaatkan lahan kosong ini dan sekaligus agar aset perusahaan terjaga dan tidak dicaplok pihak lain," kata Rika. Bentuk dukungan lain dari Pertamina agar pengelolaan lahan optimal tidak saja dengan pemanfaatan lahan oleh petani, namun juga menyalurkan bantuan alat pertanian dan bibit tanaman hortikultura serta bahan pembuatan pupuk untuk pertanian.

Komitmen BUMN pertambangan minyak bumi gas dalam meningkatkan perekonomian rakyat ini diwujudkan juga dengan rencana membuka areal kolam untuk kegiatan budi daya ikan dalam upaya semakin memaksimalkan fungsi lahan kosong bagi petani setempat agar aset perusahaan tetap termanfaatkan baik dan terjaga serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Agar semakin banyak peluang usaha, akan dilakukan pembukaan kolam untuk petani budidaya ikan, dan kita sangat mengakomodir kebutuhan petani dengan membantu benih nantinya," ungkap Rika lagi. Dukungan Pertamina terhadap kegiatan pertanian masyarakat ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan memajukan ekonomi dan pertanian rakyat melalui Program Corporate Social Responsif (CSR) bagi lingkungan sekitar.

Program CSR Pertamina RU II ini telah menyalurkan bantuan 80 kotak bibit buah semangka, 1.000 karung pupuk beserta 8 ton pupuk untuk pengadaan pupuk organik kepada Poktan Bukit Mekar sebagai wujud pembinaan dan peningkatan produksi pertanian. Bentuk nyata dukungan pada kelompok tani ini untuk mendorong peningkatan produksi pertanian dan mampu menciptakan ekonomi mandiri petani, agar bisa terus menerus bercocok tanam hortikultura di lahan tersebut.

Poktan binaan Pertamina yang mengelola lahan kosong ini diharapkan dia dapat menghasilkan produksi pertanian untuk kesejahteraan petani dan mencukupi kebutuhan hortikultura, baik warga sekitar maupun Dumai pada umumnya.

Keberadaan Pertamina RU II di Dumai, tidak hanya memberikan dampak ikutan bagi warga sekitar tapi bahkan secara aktif membantu langsung petani dalam menggapai angan mereka hidup tenang serta memiliki penghasilan cukup untuk menunjang biaya pendidikan dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Gelontorkan CSR Rp1,2 Miliar

Bantuan mesin pertanian ini merupakan bagian dari Program "corporate social responsibility" RU II, atau bentuk kewajiban perusahaan terhadap lingkungan dan warga sekitar dengan total dana digelontorkan hingga Agustus 2017 mencapai Rp1,2 miliar.

Rika mengatakan, penyaluran dana dana tanggung jawab sosial perusahaan ini merupakan upaya memenuhi kewajiban sebagai perusahaan milik negara diperuntukkan bagi masyarakat di empat kelurahan sekitar area operasional.

"Realisasi dana program sosial kemasyarakatan hingga Agustus mencapai Rp1,2 miliar bukti komitmen perusahaan peduli dan berpartisipasi di tengah masyarakat," kata Rika.

Empat kelurahan terdekat operasional kilang dan perumahan, yaitu Kelurahan Tanjung Palas, Jayamukti, Bukit Datuk dan Bukit Timah tersebar di Kecamatan Dumai Selatan dan Dumai Timur.

Program CSR ini difokuskan dalam beberapa bidang, antara lain mendukung dunia pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kondisi infrastruktur di sekitar warga.

Sejumlah kegiatan CSR yang pernah disalurkan diantaranya, di bidang pendidikan adalah renovasi taman pengajian Al Quran Al Qiam di Kelurahan Tanjung Palas, bidang lingkungan dengan penanaman pohon endemik di Bukit Datuk.

Kemudian, bidang pemberdayaan ekonomi seperti budidaya jamur tiram putih di Kelurahan Tanjung Palas, usaha konveksi di Kelurahan Jaya Mukti dan pengembangan kawasan pertanian perikanan terintegrasi di Kelurahan Bukit Datuk.