Pengelola Warnet Di Dumai Diimbau Untuk Hentikan Aktifitas Saat Maghrib

Dumai, Riau (Antarariau.com) - Wali Kota Dumai Zulkifli As mengimbau pemilik warung internet tutup sementara aktivitas saat Shalat Magrib hingga Isya agar anak bisa beribadah dan membaca Alquran, baik di rumah atau masjid musalla.

"Satuan polisi pamong praja diminta untuk sosialisasikan penutupan sementara jam operasional warnet ini  agar orangtua bisa mengarahkan anak membaca alquran di rumah atau masjid dan musalla," kata Zulkifli As usai pencanangan gerakan masyarakat magrib mengaji, Jumat.

Penghentian sementara operasional warnet ini juga sebagai kesiapan daerah menjadi tuan rumah pelaksana  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 36 Provinsi Riau 2017 pada Oktober mendatang agar semangat membaca Alquran bisa lebih semarak dan ditingkatkan.

Sebagai tuan rumah pelaksana MTQ Riau, hendaknya budaya membaca dan memahami ayat suci Alquran di tengah masyarakat lebih digalakkan lagi dan pemerintah daerah telah mencanangkan gerakan masyarakat magrib mengaji.

Dalam MTQ diikuti 12 kabupaten kota di Provinsi Riau nanti, Zulkifli As menargetkan Kota Dumai selain sukses menjadi tuan rumah pelaksana, juga diharap dapat masuk 3 besar.

"Kepercayaan menjadi tuan rumah ini harus kita sukseskan bersama dan disertai prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,"  sebut wali kota.

Terkait Gemar Mengaji, Wali Kota Zulkifli As menyebut untuk menghidupkan lagi tradisi baca Alquran di semua tingkatan usia, baik masjid, musalla, surau dan rumah warga muslim, karena sekarang sudah jarang terdengar lantunan ayat suci Alquran tersebut.

Agar sukses Gemar Mengaji ini, diharap peran orangtua untuk mengajak dan membimbing anak mengaji di rumah atau masjid musalla terdekat, dan tidak membiarkan mereka melakukan kegiatan diluar ibadah pada waktu magrib.

"Gemar mengaji akan melibatkan partisipasi pimpinan organisasi perangkat daerah menjadi pembina di masjid atau musalla di lingkungan sendiri, dan diharap dukungan semua pihak untuk menghidupkan kembali tradisi mengaji usai sholat magrib ini," ungkap kepala daerah.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Dumai Syaari menjelaskan, gemar mengaji didasari semakin hilangnya kebiasaan membaca Alquran di kalangan anak muda sekarang, karena itu diupayakan menghidupkan lagi tradisi baca Alquran pada waktu sholat magrib.

Dengan membaca Alquran, maka akan terbentuk insan muslim yang baik dan islami serta mampu memahami dan menjadikan ayat suci umat Islam ini sebagai pedoman dalam kehidupan sehari hari serta mengantisipasi anak terjerumus dalam kegiatan negatif.

"Kehidupan sekarang dan masa lalu sangat berbeda, kalau dulu pendidikan agama sangat tinggi dan saat ini rendahnya pendidikan agama dan anak banyak terlibat dalam penyakit masyarakat, karena itu dicanangkan gemmar mengaji untuk menghidupkan kembali tradisi ini," kata Syaari.

Pencanangan Gemmar Mengaji di Masjid Taqwa Jalan Jenderal Sudirman Dumai dihadiri juga Sekretaris Daerah Muhammad Nasir, Wakil Kapolres Kompol Dhana Ananda, Ketua MUI Zakaria, sejumlah pimpinan OPD, dan ratusan pelajar dari sekolah dasar, menengah pertama dan atas.