Total Rp38 Juta Berhasil Dikumpulkan Kemenag Kuansing Untuk Pengungsi Rohingya

Pekanbaru (Antarariau.com) - Kantor Kemenag Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menghimpun Rp38 juta dana kemanusian sebagai bentuk solidaritas terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State Myanmar terhadap muslim Rohingya.

"Dana yang terhimpun berasal  dari seluruh satuan kerja  dan madrasah se  Kuantan Singingi, dari para pegawai dan pelajar," kata 
Kakankemenag Kuantan Singingi Drs H Jisman MA, di Kuansing, Jumat.

Menurut dia, kepedulian keluarga besar Kementerian Agama Kuansing cukup tinggi, sehingga kita bisa menggalang dana sebesar Rp38 juta itu dan dikumpulkan ke Kantor Kanwil Kemenag Riau untuk disalurkan nantinya secara kolektif ke Rohingya.

Ia mengatakan, keluarga besar Kemenag Kuansing  turut merasakan penderitaan masyarakat Rohingya yang memiriskan itu.

"Sudah ratusan ribu warga yang terlantar dan mengalami kekerasan fisik yang begitu menyedihkan, tak hanya orang tua namun juga anak anak dan balita terkena imbasnya," katanya.

Kendati kita tidak bisa sampai kesana, namun demikian melalui sedikit bantuan dari kami bisa dipergunakan dengan maksimal oleh saudara muslim kita di sana.

Kepala Kanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menyebutkan, berdasarkan penggalangan dana yang telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir di jajaran Kemenag Provinsi Riau pada satker- satker di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten/ Kota, KUA, Madrasah kini sudah mencapai Rp167 juta.

"Kita membuka perpanjangan waktu hingga akhir September 2017, sesuai dengan surat edaran yang telah diedarkan. Untuk itu, sisa waktu 7 hari lagi harus dimanfaatkan oleh daerah untuk segera menyerahkan hasil penggalangan dananya ke Kanwil Kemenag Riau," kata Jisman.

"Maka pada awal Oktober 2017, hasil penggalangan dana tersebut akan diantar langsung ke Jakarta untuk disalurkan ke Rohingya, karena kalau kita berangkat langsung kesana tentu akan membutuhkan biaya besar.  Penyaluran bisa saja dilakukan melalui Kemenag Pusat atau MUI," katanya.

Ia mengatakan, bantuan yang masuk memang tidak seberapa jumlahnya. "Tapi jangan dilihat dari jumlah nominalnya, lihatlah dari kepedulian dan niat yang dilakukan," katanya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Supardi Hasibuan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas perlakuan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan  oleh oknum militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.

"Kita sangat berharap bantuan ini akan sampai ke Myanmar sehingga bantuan ini tidak sia-sia dan berharap pemerintah Indonesia bersatu bergerak bersama melakukan langkah konkrit agar kekerasan yang terjadi bisa dihentikan," katanya.