Pekanbaru (Antarariau.com) - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru masih memburu terduga pelaku pembunuhan yang korbannya perempuan berumur 33 tahun "/>

Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kamar Parma Paus Hotel Masih Buron

Pekanbaru (Antarariau.com) - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru masih memburu terduga pelaku pembunuhan yang korbannya perempuan berumur 33 tahun ditemukan tewas di Kamar Parma Paus Hotel kota setempat pada Minggu (17/9) lalu.

"Pelaku diduga keluar kota melarikan diri, pemeriksaan di hotel lengkap cctv tapi orangnya masih belum dapat teridentifikasi," kata Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto di Pekanbaru, Selasa.

Meski begitu, pihaknya mengaku sudah mendapatkan barang bukti yakni telepon seluler korban sehingga pelaku bisa digambarkan. Sementara pemeriksaan saksi juga sudah dilakukan yakni ada sembilan orang termasuk dari keluarga korban.

"Bukti cctv ada tapi yang diparkiran tertutup sepeda motor lain. Tapi di lobi hotel ada dan tersangka diduga yang terakhir masuk ke kamar korban," ungkap kapolres.

Pada pekan lalu itu, warga Jalan Paus dihebohkan dengan adanya temuan mayat wanita di Kamar 137 hotel di  Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai tersebut. Penemuan sosok mayat itu setelah pegawai hotel melakukan pengecekan terhadap tamu kamar hotel apakah akan "check out" ataupun yang akan memperpanjang sewa kamar.

Namun kamar 137 itu terkunci tapi dalam kamar tersebut ada juga terdengar suara TV yang  sedang menyala. Lalu pegawai memakai kunci serap dan menemukan kondisi korban tertelentang di atas tempat tidur dalam keadaan muka tertutup bantal. Kondisinya hanya menggunakan celana dalam dan kasurnya berlumuran darah.

Perempuan inisial AN (33) itu diduga tewas akibat kekerasan karena saat ditemukan terdapat luka, yakni di bagian kepala mengeluarkan darah disebabkan benda tumpul. Berdasarkan keterangan pihak hotel, perempuan tersebut sudah sekitar sebulan menginap di hotel tersebut.

Diduga korban merupakan perempuan yang menyediakan jasa pijat dan menjadikan hotel itu sebagai tempat memberikan layanannya. Korban yang dalam identitasnya sebagai ibu rumah tangga itu akhirnya dikebumikan di Jalan Rajawali Pekanbaru sehari setelah mayatnya ditemukan.