ANTARA Riau

logo
  • Home Yopie Arianto Bupati Termuda Di Indonesia

Yopie Arianto Bupati Termuda Di Indonesia

Indragiri Hulu mencipta rekor baru dalam sejarah Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia, setelah rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) pada Selasa (8/6) lalu menetapkan pasangan Yopie Arianto-Harman Harmaini sebagai pemenang.

         Yopie Arianto, tercatat sebagai bupati terpilih termuda di Indonesia. Ia menjadi bupati terpilih pada usia 30 tahun 59 hari.

         Rekor bupati termuda di Indonesia sebelumnya di sandang Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sunarno, yang ketika dilantik berusia 32 tahun.

         Saat dilantik pada bulan mendatang Yopie akan menjadi bupati termuda se Indonesia.

         Namun rekor Yopie, agaknya tidak akan bertahan terlalu lama, jika Agung Ilmu Mangkunegara, salah satu calon bupati Waykanan, Lampung, terpilih pada pemilihan umum kepala daerah Waykanan, dan menggantikan sang ayah, Tamanuri pada 30 Juni mendatang. Agung berusia 27 tahun 10 bulan pada saat mencalonkan diri.

         Memagang rekor bupati termuda, Yopie mengaku biasa-biasa saja. Menurut dia, tidak ada yang spesial atas terpilihnya dia sebagai bupati Indragiri Hulu.

         Kepada ANTARA, ia menyatakan terpilih menjadi bupati sudah diatur oleh Tuhan. "Saya berumur 29 tahun pada saat menjabat sebagai anggota DPRD Riau. Kemudian pada usia 30 tahun, saya menjadi Bupati Indragiri Hulu. Semua ini sudah diatur oleh Tuhan dan tidak terlepas dari peran orang tua dan sahabat," ujar lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Indragiri Hulu.

         Kemenangan anak pertama dari lima bersaudara ini mengejutkan. Pada awal pencalonannya, ia sama sekali tidak diperhitungkan, karena dianggap masih terlalu muda dan belum menikah.

         Menjelang masa kampanye, Yopie Arianto menikahi Iptu Refina. "Kemenangan saya, juga merupakan berkah menikah. Menikah itu ternyata membawa berkah besar," kata Yopie sembari tertawa.

         Terlebih lagi, pada saat itu Golkar belum memutuskan calon yang diusung. Hingga akhirnya, Golkar memutuskan mengusung Soegianto yang tak lain adalah ayah kandung Yopie. Akhirnya seperti yang bisa ditebak, Soegianto melimpahkannya pada anaknya dan Golkar mengusung Yopie.

         "Popularitas ternyata tak terlalu menentukan. Pasangan yang semula dinyatakan unggul malah tidak berhasil terpilih, yang terpenting itu adalah pendekatan pada masyarakat. Bagaimana caranya agar masyarakat Inhu mengenal dan mengetahui visi misi kita," papar Yopie.

         Soegianto, ayah Yopie merupakan politisi senior Riau. Soegianto lima tahun lalu pernah mencalonkan diri sebagai bupati Indragiri Hulu, namun gagal karena terganjal ijazah palsu.  
    Yopie tidak merasa terbebani dengan status ayahnya itu.

         "Wajar jika orang tua yang menjadikan saya bonekanya, apa salahnya? Lagipula orang tua sendiri. Dan juga kalau saran-saran itu untuk kemajuan Inhu saya pikir tidak masalah," tukas dia.

         Pada saat masa kampanye, ia memaparkan visi misinya mengenai infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan PNS, peningkatan pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

         Ia sadar untuk mewujudkan ini memerlukan waktu yang tidak singkat. Tidak dapat diwujudkan dalam satu tahun, namun perlu waktu dua atau tiga tahun.

         "Terutama infrastruktur masyarakat yang tinggal di pedalaman Indragiri Hulu. Saya sadar selama ini, banyak mereka yang tidak bisa mengangkut hasil bumi seperti karet karena jalan yang tak bisa dilalui ketika hujan. Oleh karena itu, saya akan membenahi. Minimal dengan melakukan pengerasan jalan agar bisa dilalui kendaraan," jelas dia.

         Baru kemudian, ia akan mengaspalnya tergantung dana APBD yang ada. Menurut dia, sudah lama masyarakat yang hidup di pedalaman seperti di Kecamatan Rakit Kulim mengeluhkan hal tersebut.

         Ia juga tak memungkiri sulit membenahi Indragiri Hulu yang terpuruk oleh korupsi, hingga akhirnya APBD dari tahun ke tahun semakin merosot.

         "Saya berjanji akan berkomitmen membangun Indragiri Hulu menjadi lebih baik," tegas dia.

         Gubernur Riau, H M Rusli Zainal, mengatakan pada awalnya ia tidak memprediksi Yopie bisa menjadi cabup. Ia mengatakan pada awalnya, popularitas Yopie hanya satu persen. Dan meningkat pada saat masa-masa kampanye.

         "Saya pikir ini merupakan keberhasilan semua pihak. Dimana paling tidak Golkar bisa memenangkan pemilukada di satu kabupaten, setelah gagal di tiga Kabupaten/Kota," tukas Rusli yang juga berasal dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

         Di bawah kepemimpinan Yopie yang masih muda, Rusli berharap Indragiri Hulu akan lebih berjaya.

         "Kita tunggu saja, apakah Yopie yang mewakili kaum muda, bisa memimpin  Inhu untuk  lima tahun ke depan," ujarnya.

Komentar Anda

Top