ANTARA Riau

logo
  • Home Perbaikan Jalan di Inhu ni Hanya Ditutupi dengan Tanah, Masyarakat Kecewa

Perbaikan Jalan di Inhu ni Hanya Ditutupi dengan Tanah, Masyarakat Kecewa

 Rengat, (Antarariau.com) - Masyarakat Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau merasa kecewa kepada instansi terkait karena perbaikan jalan sepanjang lima kilometer di wilayah Kelurahan Kampur Besar Kota dan Skip Hulu belum optimal, sejumlah lobang hanya ditimbun dengan tanah.

 " Mereka hanya menimbun dengan tanah, dampaknya berdebu dan becek jika kena air hujan," kata masyarakat Indragiri Hulu Adek Candra (53) di Rengat, Senin.

Ratusan warga yang berada disepanjang jalan belum merasakan nyaman atas perbaikan yang dilakuan instansi terkait, karena sejumlah titik yang rusak terlihat menganga selama ini hanya diisi tanah bukan batu, kualitasnya tidak terjamin juga dapat mengancam laka lantas.

Pemerintah Provinsi mestinya mengkondisikan jalan itu sebaik mungkin menjelang ada proyek peningkatan 2019 mendatang, badan jalan maupun pinggirannya di tata dengan baik sehingga air bisa mengalir dengan maksimal, kalupun ada kendaraan yang melewati tetap tidak rusak.

" Tim terkait harus mengecek ulang kondisi jalan tersebut," sebutnya.

 Adek juga menyebutkan, jalan itu merupakan miliki provinsi dan sebagai satu - satunya jalur lintas Inhu - Tembilahan, jika perbaikan asal - asalan justru lebih berdampak buruk dan kenyamanan warga maupun pengguna jalan tetap tidak aman.

 Salah satu pengguna jalan Yunus (42) menyebutkan, saat dirinya melalui jalan Aski Aris menuju Tembilahan, masih ada kondidi badan jalan yang rusak, mengemudi mobil pun tetap harus hati - hati, tidak bisa dengan kecepatan stabil.

" Kemaren, sebaiknya instansi terkait menimbun dengan batu krikil agar kondisi yang berlobang aman," tegasnya.

 Solusinya, ujar Yunus dengan nada kesal, kepedulian dengan jalan sebaiknya dilakukan oleh semua pihak, karena masih banyak perusahaan yang tidak taat aturan, dimana mereka memiliki truk bermuatan melebihi tonase artinya Dinas perhubungan harus pro aktif.

" Truk perusahaan yang melewati jalan tersebut harus diberikan sanksi tegas jika ditemukan melanggar aturan," pintanya.

Menurutnya, jika lalu lintas terganggu maka perekonomian masyarakat juga kena dampaknya, atau pemerintah bekerjasama denga pihak perusahaan membangun jalan alternatif.  ***1***
    


Komentar Anda

Top